Breaking News:

LINGGA TERKINI

Pengunjung Museum Linggam Cahaya di Lingga Meningkat, Terbaru Kunjungan Pelajar

Dalam dua hari sejak Selasa (13/12), sejumlah pelajar melakukan field trip ke Museum Linggam Cahaya di Lingga.Ini juga berdampak pada jumlah kunjungan

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Dok. Disbud Lingga
Para pelajar saat melakukan kunjungan ke Museum Linggam Cahaya, Daik, Lingga. Pelajar ini berasal dari SDIT Dabo Singkep yang melakukan Field Trip, Rabu (14/12/2022) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pengunjung Museum Linggam Cahaya di Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan di tahun 2022 ini.

Terlebih lagi kunjungan para pelajar di Lingga terus mengalir. Itu dalam field trip atau kunjungan menunjang pengetahuan anak, melalui pembelajaran di luar kelas.

Seperti halnya Selasa (13/12/2022). SD Negeri 008 Lingga Utara melakukan kunjungan. Terdiri dari 70 orang pelajar, 10 orang guru pembimbing, dan 30 orang wali murid.

Termasuk hari ini, Rabu (14/12/2022), SD Islam Terpadu SDIT Dabo Singkep melakukan field trip ke Museum Linggam Cahaya.

Di sana, para siswa diajak melihat ribuan objek peninggalan sejarah yang terkoleksi di Museum Linggam Cahaya.

Dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga, Lazuardi yang menjadi pemandu mengatakan, bahwa obyek yang wajib ia perkenalkan salah satunya 'Cogan'.

Diketahui, Cogan merupakan salah satu alat kebesaran atau regalia yang dimiliki Kerajaan Johor Riau Lingga Pahang.

Cogan berfungsi sebagai simbol, emblem, lambang dan tombak kebesaran kerajaan pada masanya.

Saat ini, Cogan asli sendiri dikoleksi di Museum Nasional, Jakarta, atas kerja sama Disbud Lingga.

Sementara yang saat ini terpajang di lemari kaca Museum Linggam Cahaya, yakni duplikat Cogan.

"Selain Cogan, saya juga memperlihatkan teko yang ada simbol sultan, keris, maupun foto-foto para sultan. Jadi ini yang wajib kami perlihatkan dari ribuan koleksi yang ada," kata Lazuardi kepada TribunBatam.id.

Baca juga: Jadi Museum Terbesar di Kepri, Linggam Cahaya Simpan Koleksi Sejarah Kerajaan Riau-Lingga

Lazuardi juga menjelaskan, bahwa pelajar SDIT juga diperkenalkan dengan kitab agama maupun Al Qur'an kuno tulisan tangan.

"Jadi dulu orang-orang untuk meningkatkan ajaran agama Islam, salah satunya ngaji dan tulisan Al Qur'an ini, begitulah tekunnya orang dulu," kata Lazuardi.

Ia menerangkan, pelajar juga diberikan tugas dari tenaga pendidik untuk mempelajari obyek cagar budaya yang ada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved