Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Oknum Polisi Polres Anambas Terlibat Narkoba, Aipda Ra Tak Lagi Anggota Polri

Oknum polisi Polres Anambas yang terlibat narkoba sebelumnya divonis seumur hidup oleh PN Ranai di Natuna. Namun ia mengajukan banding.

TribunBatam.id/Dok Humas Polres Anambas
OKNUM POLISI - Oknum polisi Polres Anambas Aipda Ra (41) saat menjalani sidang etik di Gedung Antan Seludang Polresta Tanjungpinang, Kamis (22/12/2022). Sidang kode etik yang dipimpin Wakapolres Anambas, Kompol Ramses Marpaung memutuskan untuk memberhentikan tidak dengan hormat oknum polisi yang terlibat narkotika jenis sabu-sabu. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Sidang Komisi Kode Etik Polri atau KKEP Sipropam Polres Anambas memutuskan untuk memecat oknum polisi yang terlibat narkobz.

Oknum polisi berinisial Aipda Ra itu diberhentikan dengan tidak hormat melalui sidang kode etik Polres Anambas setelah terbukti menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu seberat 2.235.33 gram.

Sidang kode etik oknum polisi yang terlibat narkoba itu dipimpin Wakapolres Anambas, Kompol Ramses Marpaung di Gedung Antan Seludang Polresta Tanjungpinang pada Kamis (22/12/2022).

Oknum polisi Aipda Ra sebelumnya ditangkap Satresnarkoba Polres Anambas pada Jumat (17/12/2021) di salah satu penginapan Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Anambas bersama barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.

Dari pemeriksaan urine, oknum polisi Aipda Ra juga menunjukkan hasil positif amp (amphetamine) dan met (methaphetamine).

Baca juga: Oknum Polisi Tikam Seniornya Hingga Tewas Serahkan Diri ke Polda Riau

Oknum polisi Polres Anambas terlibat 2 Kg lebih sabu-sabu
OKNUM POLISI - Oknum polisi Polres Anambas Aipda Ra (41) saat menjalani sidang etik di Gedung Antan Seludang Polresta Tanjungpinang yang dipimpin oleh Wakapolres Anambas, Kompol Ramses Marpaung, Kamis (22/12/2022).

Sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) Ranai, Natuna menjatuhi hukuman pidana penjara seumur hidup terhadap oknum polisi Aipda Ra yan g berumur 41 tahun itu.

Dalam amar putusan Pengadilan Negeri Ranai No :16/Pid.Sus/2022/PN Ranai pada tanggal 24 Agustus 2022, oknum polisi itu terbukti melakukan Tindak Pidana Narkotika Golongan 1 Jenis Sabu-Sabu, memperhatikan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Atas putusan tersebut Aipda Ra melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Riau yang kemudian menolak permintaan banding dari jaksa penuntut umum dan terdakwa.

Serta memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Ranai, Nomor 16/Pid.Sus/2022/PN Ranai tanggal 24 Agustus 2022 yang dimintakan banding, sekedar mengenai lamanya pidana penjara yang dijatuhkan kepada oknum polisi itu.

Oleh karena itu kepada terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 18 tahun dan pidana denda sejumlah Rp satu milyar dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan.

Baca juga: Perkara Oknum Polisi Ini Sempat Jadi Atensi Ferdy Sambo, Vonis Hakim Cuma 4 Tahun

Ketua Sidang Kode Etik, Kompol Ramses Marpaung melalui Kasi Humas Polres Kepulauan Anambas Iptu Raja Vindho menjelaskan, oknum polisi anggota Polres Anambas tersebut melanggar ketentuan Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dan atau Pasal 13 huruf e Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Keputusan rekomendasi PTDH itu sudah sangat tepat karena selaku anggota Polri dilarang keras melakukan penyalahgunaan narkoba dan ini sebagai wujud komitmen pimpinan Polri untuk menindak tegas terhadap oknum anggota Polri yang terlibat narkoba," ucapnya seperti dilansir dari tribratanews.kepri.polri.go.id, Jumat (23/12/2022). (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved