Kamis, 23 April 2026

BERITA KRIMINAL

Oknum TNI Terlibat Kasus Mutilasi di Papua Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Terdapat enam oknum TNI termasuk yang terlibat dalam kasus mutilasi di Papua dan empat warga sipil yang masih berproses sidang.

TribunBatam.id/Istimewa
Ilustrasi Oknum TNI terlibat kasus mutilasi di Papua meninggal dunia. Satu dari enam oknum TNI yang terlibat kasus mutilasi di Papua berinsial Kapten Inf DK meninggal dunia di rumah sakit, Sabtu (24/12/2022). 

PAPUA, TRIBUNBATAM.id - Seorang oknum TNI yang terlibat mutilasi di Papua meninggal dunia.

Oknum TNI berinisial Kapten Inf DK yang terlibat mutilasi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah meninggal dunia akibat sakit jantung pada Sabtu (24/12/2022).

Kapten Inf DK, oknum TNI yang terlibat mutilasi di Papua itu sebelumnya mendapat perawatan di RS Dian Harapan Jalan Taruna Bakti, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.

Diketahui Kapten Inf DK bersama lima oknum TNI lainnya menjadi tersangka kasus mutilasi empat warga yang terjadi di Kabupaten Mimika, pada 22 Agustus 2022.

Lima dari enam prajurit TNI yang berdinas di Brigif 20 Timika menjadi terdakwa kasus mutilasi terhadap warga sipil mulai menjalani persidangan di Mahkamah Militer III-19 Jayapura, Senin (12/12/2022).

Baca juga: Kejati Papua Barat Laporkan Oknum TNI Pangkat Mayor Gegara Judi Togel

Kelimanya adalah Kapten Inf Dominggus Kainama, Pratu Rahmat Amin Sese, Pratu Robertus Putra, Praka Pargo Rumbouw, dan Pratu Rizky Oktaf Muliawan.

Terdakwa lain adalah Mayor Inf Hermanto akan disidangkan di Mahkamah Militer Tinggi Surabaya.

Selain melibatkan prajurit, kasus mutilasi juga melibatkan empat warga sipil, yakni APL alias Jeck, DU, R, dan RMH alias Roy Marthen Howai dan akan disidangkan di Pengadilan Negeri Timika.

Sedangkan, empat korban kasus mutilasi, yaitu Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Lemaniol Nirigi, dan Atis Tini berasal dari Kabupaten Nduga, Papua.

"Bahwa benar Kapten Inf DK yang merupakan salah satu tahanan kasus mutilasi warga Nduga di Timika telah meninggal dunia di RS Dian Harapan karena penyakit jantung, Sabtu (24/12/2022) pukul 12.10 WIT," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryawan melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/12/2022).

Baca juga: Oknum TNI Jadi Mafia Lahan, Hadi Tjahjanto Pastikan Ambil Tindakan

Menurut Herman, DK sebelumnya sempat mengeluh sakit di bagian dada.

Dia kemudian dibawa ke RS Dian Harapan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Meski begitu, nyawa DK tak tertolong setelah tim medis RS Dian Harapan memberikan pertolongan darurat.

"Adapun meninggalnya almarhum Kapten Inf DK diawali mengeluh sakit pada dada disertai sesak dalam bernapas. Kemudian evakuasi ke RS Dian Harapan. Setibanya di IGD RS Dian Harapan, Kapten Inf DK ditangani dokter jaga untuk mendapat penanganan medis darurat (Pompa Jantung), namun pernapasan tetap berhenti tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," ungkap Herman.

Kasus mutilasi empat warga di Kabupaten Mimika, Papua yang melibatkan sejumlah oknum TNI ternyata direncanakan dua hari sebelum kejadian.

Baca juga: Viral di Medsos Oknum TNI AU Aniaya Lansia Diduga Gegara Anak

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved