BATAM TERKINI
Warga Sagulung Batam Ini Mengeluh, Proyek Jalan Siap Banjir Masih Terjadi
Warga di Kelurahan Sei Pelunggut Sagulung Batam ini masih merasakan banjir meski proyek jalan dan saluran air sudah selesai dikerjakan.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pembangunan jalan baru di Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung Kota Batam, menyisahkan pilu bagi warga Kaveling Bukit Melati di RT01/RW06.
Pasalnya setelah jalan baru itu dibangun, banjir di permukiman warga Kaveling Bukit Melati Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung semakin parah.
Jalan baru di Kaveling Bukit Melati Dapur 12 Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung itu dikerjakan oleh CV Hepnata Chrisamindo dengan konsultan pengawas PT Wadah Cipta Teknik menggunakan anggaran dari APBD Kota Batam tahun anggaran 2022.
Ketua RW 06 Kaveling Bukit Melati Dapur 12 Kelurahan Sei Pelunggut Kecamatan Sagulung Batam, Desmar Sihite mengungkap jika pembangunan jalan baru tersebut diketahui tidak ada diajukan ke warga maupun kelurahan.
Mirisnya lagi menurutnya, saluran drainase yang dibangun bersamaan dengan pembangunan jalan tersebut dialirkan ke komplek permukiman.
Baca juga: Warga Sagulung Batam Ngadu ke Polisi Gegara Remaja Sering Kumpul di Warung Miras
Hal tersebut membuat komplek pemukiman warga banjir saat hujan turun.
Desmar Sihite, mengatakan sejak awal pembangunan jalan tersebut dirinya sudah mengeluhkan kondisi yang mereka alami ke kontraktor, termasuk konsultan pengawas.
"Saya sempat marah juga kepada konsultan dan menanyakan perencanaan pembangunan jalan khususnya saluran drainase tersebut," katanya, Senin (9/1/2023).
Desman, menjelaskan selama ini sebelum jalan tersebut dibangun pemukiman di lokasi yang bersebelahan dengan jalan sudah langganan banjir.
"Jadi dulu kami membuat saluran sementara membuang air ke rawa yang ada dekat laut," ucapnya.
Setelah jalan baru yang ada saat ini dibangun, saluran yang sebelumnya di buat di tumbun dan diganti dengan gorong-gorong.
"Yang parahnya gorong-gorong yang ada saat ini letaknya jauh lebih tinggi dari permukiman. Kalau lihat letak gorong-gorong itu, kurang lebih 1,5 meter. Jadi kalau hujan deras tunggu banjir sedalam 1,5 meter di rumah warga baru air bisa mengalir," ungkapnya.
Baca juga: Lato-Lato, Mainan Jadul yang Viral Lagi Juga Jadi Favorit Warga Sagulung Batam
Dia mengatakan setelah jalan baru tersebut dibangun hujan sebentar komplek permukiman, khususnya di RT01/RW06 langsung banjir.
"Semakin lama hujannya, semakin dalamlah banjir di permukiman," ucapnya.
Bahkan selama ini yang diajukan oleh warga dan kelurahan pembangunan saluran drainase agar wilayah RT01, tidak banjir setiap kali hujan turun.
"Tetapi itulah pengajuan sampai saat ini belum belum juga disetujui," kata Desmar.
Dia juga mengaku bingung dengan proyek tersebut dimana di papan proyek disebutkan peningkatan struktur jalan Dapur 12 Sei Pelunggut dengan nomor kontrak 64/PG.01.02/SPJ/RJ/BM/V/2022.
"Jadi kita bingung juga, karena ditulis peningkatan jalan, tetapi malah pembukaan jalan baru," sebutnya.
Dia juga berharap pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Bina Marga agar meninjau kembali kondisi dan dampak dari pembangunan jalan yang mengakibatkan komplek pemukiman warga di RT01 banjir setiap kali hujan turun.
Mengenai dampak dari pembangunan jalan dan drainase di Dupur 12, Sei Pelenggut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur mengatakan dalam waktu dekat akan mengeceknya.
Pemasangan gorong-gorong di jalan baru Dapur 12, Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, yang lebih tinggi dari pemukiman warga, yang mengakibatkan banjir setiap kali hujan turun, sudah sesuai dengan gambar pelaksanaan pekerjaan.
Hal tersebut diungkapkan Freddy Simanjuntak, kontraktor pelaksana pekerjaan jalan tersebut.
Baca juga: Jelang Perayaan Tahun Baru 2023 di Batam, Pedagang Petasan Menjamur di Sagulung
Freddy, mengatakan pengerjaan jalan di Dapur 12 Sei Pelunggut, sudah sesuai dengan gambar yang diberikan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.
"Kebetulan kalau melibat konstruktur tanah yang ada di jalan tersebut, tepat di lokasi pemikiman itu daerah paling rendah, jadi kita buat pembuangan air kesana. Itupun airnya bukan dibuang ke permukiman, tetapi ke lahan kosong," ujar Freddy.
Sementara mengenai saluran drainase yang belum selesai dikerjakan, Freddy, menjelaskan pihaknya dari CV Hepnata Chrisamindo, sebagai pemenang tender, memiliki masa waktu pengerjaan.
"Jadi kita tidak memiliki waktu lagi, makanya kita tidak selesaikan pekerjaan tersebut dan dananya kita sudah kembalikan ke pemberi pekerja," katanya.
Dia juga mengatakan sesuai dengan gambar, di lokasi gorong-gorong akan dibangun bak kontrol.
Namun karena terbatasnya waktu pengerjaan.
Baca juga: Polsek Sagulung Batam Selidiki Oknum Sekuriti Aniaya Remaja Gegara Parkir Mobil
Pihaknya tidak mengerjakan hal tersebut dan mengembalikan uangnya ke pemberi pekerja.
"Anggaran proyek itu sebesar Rp 5,065 miliar. Jadi yang kita gunakan sebesar Rp 4,89 miliar. Kami mengembalikan dana kurang lebih Rp 130 juta," bebernya.
Mengenai dampak banjir yang dirasakan warga karena air dari jalan mengalir ke permukiman warga.
Freddy menjelaskan hal tersebut urusan orang Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air sebagai pemberi pekerjaan.
"Kalau kami sudah mengerjakan sesuai dengan gambar yang diberikan oleh pemberi kerja," kata Freddy.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Proyek-di-Sagulung-Batam-sisakan-masalah.jpg)