Jumat, 1 Mei 2026

SENGKETA KAVLING DI BATAM

Sengketa Kavling di Batam Mencuat, Warga Kaget Lahannya Dikuasai Orang hingga Dipalak

Sengketa kavling siap bangun di Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam mencuat. Warga kaget lahannya dikuasai pihak lain. Ada lagi yang dipalak

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Istimewa untuk Tribun Batam
PENGHENTIAN PEMBANGUNAN - Tangkapan layar saat warga memprotes dugaan penghentian pembangunan di lahan yang berlokasi Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam yang tengah disengketakan 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sengketa kavling siap bangun di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam mencuat.

Seorang warga mengaku menjadi korban dugaan penjualan ulang lahan serta pemalakan saat hendak membangun rumah.

Warga bernama Rayon Sari mengaku telah membeli lahan tersebut sejak tahun 2010 melalui sebuah koperasi.

Ia menyebut memiliki bukti kuitansi pembelian dari koperasi.

"Tanah itu saya beli dari tahun 2010, cicil-cicil melalui koperasi. Setelah lunas, yang tanda tangan itu juga pegawai di koperasi tersebut, saya ada buktinya," ujar Rayon kepada Tribun Batam pada Minggu (26/4/2026).

Rayon mengatakan lahan yang dibelinya seluas dua kavling atau sekitar 216 meter persegi. Saat itu, ia membelinya dengan harga sekitar Rp20 juta.

Meski telah lama dibeli, Rayon mengaku tidak langsung membangun lahannya. Namun pada Oktober 2025 lahan tersbeut mulai dibangun oleh orang tidak dikenal.

Ia mengaku sempat menanyakan persoalan itu kepada pengurus lingkungan setempat. Namun, menurutnya belum ada penyelesaian.

Rayon pada saat itu memilih tidak melanjutkan persoalan tersebut.

Namun, usai Ramadan 2026, ia kembali mendapat kabar lahannya dipagar menggunakan seng biru yang lebih tinggi.

Saat hendak memulai pembangunan, tukang yang dibawanya disebut mendapat intimidasi dari sejumlah orang.

Korban juga menyebut ada pihak yang mengaku telah membeli lahan tersebut.

“Nah, saya dikabari lagi sama RT di sana, kalau lahan saya itu sudah dipagarin orang lebih tinggi pakai seng warna biru. Besoknya saya bawa tukang. Tukang saya diintimidasi," katanya.

Rayon kemudian menyebut muncul seorang pria yang mengaku sebagai ahli waris pemilik koperasi, tempat dia membeli kavling.

Menurut pengakuan korban, pria tersebut diduga menjual kembali sejumlah kavling milik warga.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved