Breaking News:

BATAM TERKINI

2.046 Pasutri di Batam Bercerai Selama 2022, Pengajuan Dispensasi Nikah Ada 18 Berkas

Jumlah kasus perceraian di Batam selama 2022 mencapai 2.046 pasangan suami istri. Jumlah itu naik dibandingkan tahun 2021. Pemicunya beragam.

FREEPIK.COM
Jumlah kasus perceraian di Batam selama 2022 mencapai 2.046 pasangan suami istri. Jumlah itu naik dibandingkan tahun 2021. Pemicunya beragam. Ilustrasi perceraian. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Batam mencatat sepanjang tahun 2022, ada 18 pekara Pengajuan dispensasi kawin yang telah disidangkan. 

Dalam perkara itu banyak anak di bawah umur yang belum waktunya berkeluarga namun sudah harus melangsungkan pernikahan.

 "Pengajuan dispensasi nikah di Batam didominasi pelajar yang hamil duluan, paling banyak itu usia 17 sampai 18 tahun,” ujar Humas PA Kelas 1A Batam Azizon, Minggu (22/1/2023). 

Alasan paling dominan mereka mengajukan dispensasi nikah salah satunya karena sifatnya emergency akibat pergaulan bebas.

Di antaranya salah satunya karena keadaan hamil dan ditakutkan oleh orang tua anaknya terlampau jauh dengan mengantisipasi menikahkan anak secara dini.

"Sebelum diterima, kita lihat dulu keterangan dokter mengenai kehamilan, kita juga panggil kedua orang bisa tua, seperti apa jaminan pendidikannya, " ungkap Azizon. 

Selain itu, tidak semua pengajuan dipensasi nikah ini adalah akibat hamil duluan.

Ada juga calon pengantin yang mengajukan dispensasi pernikahan akibat dorongan budaya dari dua pihak orangtua.

Sudah tidak sekolah ataupun alasan terlalu dekat, sehingga orang tua khawatir anaknya berbuat asusila. 

"Ada juga yang ditolak, angkanya gak banyak. Jika alasan seperti ini kita sarankan menunggu hingga usia perkawinan, " sebut Azizon. 

Menurutnya, pengajuan dispensasi kawin ialah pemberian izin kawin oleh pengadilan kepada calon suami maupun istri yang belum berusia 19 tahun untuk melangsungkan perkawinan. 

Itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah berusia 19 tahun.

Apabila usia calon mempelai belum mencapai usia tersebut, maka petugas pencatat baru bisa melakukan pencatatan perkawinan setelah ada keputusan dispensasi oleh pengadilan agama. 

Masih adanya dispensasi kawin karena hamil duluan ini seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak khususnya orang tua.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved