Kamis, 16 April 2026

PARIWISATA KEPRI AMAN

Mengenal Tradisi Bakar Tongkang Warga Tionghoa di Batam, Jadi Magnet Pariwisata

Tradisi Bakar Tongkang di Batam biasa digelar warga Tionghoa asal Bagan Siapi api yang telah lama menetap di Batam setiap tahunnya.

TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Warga Tionghoa menggelar ritual bakar tongkang di Vihara Cetya U Pho Sakadarma, Ruko Pantai Permata, Baloi Batam, Jumat (15/7/2022). Ritual tahunan yang sarat akan nilai sejarah masuknya warga Tionghoa ke Bagansiapiapi, Riau ini, dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tradisi Tionghoa di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menarik untuk disimak.

Tak melulu soal imlek dan aneka pernak perniknya, di Kota Batam Kamu bisa melihat tradisi bakar tongkang yang biasa diselenggarakan rutin setiap tahunnya.

Prosesi Bakar Tongkang itu salah satunya sempat berlangsung di Vihara Cetya U Pho Sakadarma.

Sebuah replika tongkang berukuran cukup besar yang didominasi warna kuning dan biru serta dipenuhi umbul-umbul diarak oleh warga Batam.

Sejumlah warga mengikuti arahan seorang suhu.

Baca juga: Air Terjun Gunung Lengkuas, Destinasi Wisata Bintan Selain Kawasan Lagoi

Mereka merupakan warga keturunan Tionghoa asal Bagan Siapiapi yang sudah lama menetap di Kota Batam.

Menurut Ketua panitia, Rusdi, setiap tahun warga perantauan asal Bagan rutin menggelar ritual tersebut.

Hanya saja tradisi ini terpaksa berhenti saat pandemi covid-19 demi mengikuti kebijakan pemerintah.

“Seharusnya sudah yang ke-25, hanya saja karena Covid-19 sehingga dua tahun tidak diselenggarakan” sebut Rusdi kepada TribunBatam.id beberapa waktu lalu.

Ritual tersebut diselenggarakan untuk memperingati sejarah masuknya warga keturunan Tionghoa ke wilayah Bagan Siapiapi.

Dahulu, warga keturunan yang menetap di Bagan Siapiapi dipercaya berasal dari 18 orang Tionghoa yang merantau dari Provinsi Fujian, China.

Warga Tionghoa di Batam saat ritual bakar tongkang di Vihara Cetya U Pho Sakadarma, Ruko Pantai Permata, Baloi Batam, Jumat (15/7/2022). Ritual tahunan yang sarat akan nilai sejarah masuknya warga Tionghoa ke Bagansiapiapi, Riau ini, dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Batam.
Warga Tionghoa di Batam saat ritual bakar tongkang di Vihara Cetya U Pho Sakadarma, Ruko Pantai Permata, Baloi Batam, Jumat (15/7/2022). Ritual tahunan yang sarat akan nilai sejarah masuknya warga Tionghoa ke Bagansiapiapi, Riau ini, dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Batam. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Mereka berlayar menggunakan tiga kapal kayu yang disebut tongkang sekitar tahun 1826.

Sayangnya, di tengah perjalanan, dua kapal mereka karam dan hanya tersisa satu kapal yang membawa 18 orang.

Mereka membawa dua patung Dewa Kie Ong Ya dan Dewa Tai Su Ong yang dipercaya menunjukkan jalan mereka hingga sampai ke Bagan Siapiapi yang dahulu masih berupa hutan.

Mereka melihat cahaya api yang berkelap-kelip sebagai tanda adanya daratan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved