Senin, 18 Mei 2026

PILPRES 2024

Surya Paloh Temui Airlangga Hartarto, PPP Sebut Pilpres 2024 Harus Kepala Dingin

Terkait Pilpres 2024, PPP pun mengaku tak takut jika Golkar meninggalkan mereka setelah pertemuan Surya Paloh dengan Airlangga Hartarto.

Tayang:
TribunBatam.id via PPP.or.id
Sekjen PPP Arwani Thomafi menilai upaya Surya Paloh menemui Ketua Golkar, Airlangga Hartarto terkait Pilpres 2024 merupakan hal wajar. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan atau Sekjen PPP menilai, pertemuan antara Surya Paloh dengan Airlangga Hartarto merupakan hal yang bagus bagkan patut didukung.

Menurut Sekjen PPP Arwani Thomafi, Pilpres 2024 haruslah dihadapi dengan kepala yang dingin.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sebelumnya menemui Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Rabu (1/2/2023).

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh sempat berbicara peluang Golkar bergabung Koalisi Perubahan.

"Saling berkunjung ini sesuatu yang bagus dan sesuatu yang harus kita ambil suatu kesimpulan bahwa inilah Indonesia. Insya Allah menghadapi 2024 itu dengan kepala dingin ya. Masing masing punya target, masing-masing capaian tetapi diantarkan dengan saling menghargai, saling menghormati dan pada akhirnya terasa enak kita lihat dan masyarakat senang melihatnya," ucapnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (2/2/2023).

Baca juga: Presiden Jokowi Jawab Pertemuannya dengan Surya Paloh: Mau Tahu Aja

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pun menurutnya tak takut ditinggal Partai Golkar.

Menurutnya, diskusi maupun berkunjung dalam pemilu hal yang wajar.

Arwani menambahkan masing-masing parpol pun nantinya akan menentukan pilihan sendiri mengenai Pilpres 2024.

Ia pun menghormati hak politik yang diambil masing-masing parpol.

"Pada akhirnya misalnya masing masing partai punya pilihan sendiri itu adalah dinamika tersendiri dan juga itu merupakan hak politik masing masing partai," jelasnya.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sebelumnya mengungkap peluang partai yang dipimpinnya bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) setelah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Baca juga: Ridwan Kamil Gabung Partai Golkar, Akan Diumumkan Langsung Oleh Airlangga Hartanto

Menurutnya, peluang NasDem bergabung dengan KIB mungkin saja terjadi.

Termasuk, peluang parpol yang berada di KIB bergabung dengan Koalisi Perubahan.

"Apakah perlu akan mungkin bergabung dengan KIB? ya sama-sama mungkin, mungkin KIB juga bergabung sama NasDem kan," kata Surya Paloh setelah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Ia menuturkan bahwa segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam Pemilu 2024.

Karena itu, partai NasDem maupun partai lainnya masih berpeluang berpindah haluan.

"Jadi probability kemungkinan itu masih terbuka," tukasnya.

NASIB KIB

Sejumlah partai politik (parpol) yang ada di parlemen telah terang-terangan menyatakan akan mendeklarasikan koalisi ataupun calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2024 sebelum bulan puasa tahun ini.

Baca juga: Nasdem Kepri Usulkan Enam Nama Maju DPR RI, Ada Marlin hingga Amsakar

Partai Nasdem misalnya akan mendeklarasikan Koalisi Perubahan sebelum bulan puasa.

Sementara PKB juga akan mendeklarasikan capres atau cawapres yang bakal diusung sebelum bulan puasa.

Lantas, kapan Partai Golkar akan mendeklarasikan capres-cawapres pilihan mereka?

Untuk diketahui, Golkar tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sedang mempersiapkan itu.

Agung Laksono mengungkapkan, Airlangga akan melakukan langkah-langkah yang tepat demi tercapainya harapan bersama KIB.

Baca juga: Puan Maharani Jalan Pagi Dengan Airlangga Hartarto Hari Ini, Setelah Anies Baswedan dan AHY Bertemu

"Beliau sedang mempersiapkan dan melakukan langkah-langkah yang tepat dalam menuju apa yang harapan kami bersama, yaitu tercapainya sepasang capres-cawapres," ujar Agung saat ditemui usai menghadiri Ibadah dan Perayaan Natal DPP Angkatan Muda Perubahan Indonesia (AMPI) di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Minggu (29/1/2023).

Namun, Agung Laksono memastikan bahwa Golkar sudah memutuskan akan mengusung kader sendiri.

Sejauh ini, para elite Golkar terus mendorong Airlangga Hartarto untuk maju Capres 2024.

Walau begitu, Golkar harus mencari pasangan yang mendampingi Airlangga dengan cara berkoalisi.

"Tapi tentu tidak bisa sendiri, harus dengan bentuk pasangan, dalam hal ini perlu koalisi. Kami sudah memiliki KIB. Ya terbuka untuk partai-partai lain," kata Agung Laksono.

Oleh karena itu, Agung meminta agar semua pihak memberikan Airlangga waktu perihal persiapan Pilpres 2024.

Baca juga: HARI Pertama Lebaran, Ansar Ahmad Dikunjungi Sesepuh Partai Golkar Kepri, H Idris Sirajd

"Beliau tahu persis langkah-langkah yang harus dilakukan, ke mana dia harus berkonsultasi, ke mana dia harus berkomunikasi. Beliau juga tetap melakukan komunikasi yang intens sambil menyerap aspirasi masyarakat," ujar Agung.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim mengungkapkan bahwa deklarasi Koalisi Perubahan bersama Demokrat dan PKS ditargetkan sebelum bulan puasa.

“Kami berharap sebelum memasuki bulan ramadhan ini sudah kelar semua. Kita berharap begitu, itu harapan kami, dan kami optimis untuk itu,” ujar Taslim ditemui di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Minggu (29/1/2023).

Sementara hasil Ijtima Ulama Nusantara mendorong agar PKB segera menentukan capres atau cawapres untuk Pilpres tahun 2024 paling lambat pada Maret 2023 atau sebelum puasa Ramadhan.

Pasangan capres dan cawapres ini harus segera diputuskan mengingat para kiai dan ulama akan menjadi juru kampanye (jurkam) untuk Pilpres 2024.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Igman Ibrahim) (Kompas.com/Adhyasta Dirgantara)

Sumber: Tribunnews.com, Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved