Minggu, 12 April 2026

BATAM TERKINI

161 Anak di Batam Kena Diabetes Melitus Tipe 1 Selama 2022

Selama 2022, sekitar 161 anak di Batam dinyatakan menderita Diabetes Melitus (DM) tipe 1. Dinkes berencana melakukan skrining kesehatan anak sekolah.

National Today
Sebanyak 161 anak di Batam menderita Diabetes Melitus (DM) tipe 1 terjadi yang tercatat sepanjang 2022 lalu. FOTO: ILUSTRASI 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 161 anak di Batam menderita Diabetes Melitus (DM) tipe 1 terjadi yang tercatat sepanjang 2022 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan kegiatan pencegahan terkait Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut.

Hal ini sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyakit diabetes melitus (DM) tipe I atau Diabetes pada anak. 

Ia menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus diabetes bisa terjadi.

Pertama, faktor Genetik.

Kedua, faktor geografi yang menyebabkan kekurangan vitamin D yang memicu penyakit auto-imune.

Ketiga faktor usia,

Keempat, mengkonsumsi susu sapi bagi usia yang terlalu dini, mengonsumsi air yang mengadung natrium nitrat sebelum 4 bulan, orang tua dengan riwayat pre-eklampsia dan pengidap penyakit kuning saat lahir.

Baca juga: Cara Mencegah Diabetes melalui 7 Perubahan Gaya Hidup Berikut Ini

“Penyebab diabetes Tipe I adalah ketidakmampuan pankreas untuk memproduksi cukup insulin sehingga glukosa darah tidak dapat masuk ke sel,” kata Didi.

Sementara itu adapun gejala diabetes yakni, sering buang air kecil tiap malam, sering haus, sering mersa lapar, berat badan turun meski pola makan tetap sama, pandangan kabur, kelelehan terus menerus, luka lama sembuh dan merasa kaki atau kesemutan.

“Gejala itu bisa terjadi tiba-tiba. Jadi jaga pola makan dan olah raga teratur. Merawat kaki dan memeriksa mata secara berkala untuk mencegah komplikasi,” katanya.

Diakuinya penyakit diabetes adalah suatu penyakit jangka panjang yang terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin bagi tubuh.

Panyakit ini pun muncul karena beberapa faktor di antaranya pola gaya hidup dan keturunan. 

“Gambaran umumnya begini dari UKK IDAI mencatat setiap anak yang diabetes dilaporkan seriap tahun melonjak dari 0,028 per 100 ribu di 2010, menjadi 2 per 100 ribu per 2023. Artinya tidak terlalu banyak,” ujar Didi.

Meski begitu, sebagai langkah pencegahan Dinas Kesehatan Kota Batam akan melakukan skrining pada anak-anak yang masih sekolah.

Untuk menemukan secara cepat gejala yang telah dialami.

“Jadi nanti tidak dalam kondisi berat baru ketahuan,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mendapatkan data yang akurat pada tahun 2023. 

“Tahun 2023 belum keluar kemungkinan akhir Febuari,” ujarnya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved