BERITA KRIMINAL

Tiga Orang Tewas Dipijak Gajah, Disebabkan Konflik Satwa Liar

Begitu juga, pemasangan kawat kejut pun belum mampu menghentikan pergerakan kawanan gajah liar masuk ke kebun warga.

Editor: Eko Setiawan
ist
Pria dipijak Gajah. 

TRIBUNBATAM.id, SIGLI - Konflik Gajah memakan korba manusia.

Akibat konflik satwa ini, tiga warga tewas terinjak oleh Gajah.

Konflik satwa liar itu telah lama terjadi, tapi belum adanya penanganan secara menyeluruh dilakukan pemerintah.

Penanganan pemerintah sifatnya temporer dengan melakukan penggiringan.

Begitu juga, pemasangan kawat kejut pun belum mampu menghentikan pergerakan kawanan gajah liar masuk ke kebun warga.

"Buktinya Fitriani warga Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, meninggal di kebunnya diserang kawanan gajah liar," kata anggota DPRK Pidie, Muhammad Bengga, kepada Serambinews.com, Sabtu (18/2/2023).

Ia menyebutkan, data terbaru yang belum lekang di ingatan warga, bahwa sudah tiga petani meninggal diinjak gajah.

Masing-masinng adalah M Daod, Tgk Tamren dan Fitriani.

Menurutnya, mencermati gangguan gajah liar yang semakin menakutkan warga, tak ubah seperti konflik bersenjata mendera Aceh tempo dahulu.

Sehingga warga Tangse, Mane dan Geumpang harus mengungsi ke Masjid Abu Beureueh di Beureunuen.

Tapi, saat ini konflik bersenjata di Aceh telah berakhir melalui penandatanganan MoU di Helsinki Firlandia pada tanggal 15 Agustus 2005.

Namun, sekarang konflik bersenjata justru telah berganti dengan konflik satwa liar dengan manusia.

Warga tidak boleh berkebun karena ketakutan diusik kawanan gajah liar.

Konflik gajah dengan manusia yang berujung pada nyawa diserang hewan bertubuh besar itu.

Satwa hidup berkelompok menyerang warga, saat pergi ke kebun mencari rezeki.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved