Senin, 4 Mei 2026

BATAM TERKINI

KECELAKAAN KERJA DI BATAM, Pengawas Tenaga Kerja Bakal Datangi PT Ably Metal Indonesia

Kepala UPT Pengawas Tenaga Kerja Batam, Aldy Admiral mengaku akan mendatangi PT Ably Metal Indonesia Kabil untuk mengecek dugaan kecelakaan kerja.

Tayang:
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Kondisi PT Ably Metal Indonesia di Kawasan Kabil, Batam, Sabtu (18/2/2023). Sehari sebelumnya, seorang pekerja dilaporkan tewas di area perusahaan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyelidikan terhadap insiden kematian Ahmad Madi (33), pekerja PT Ably Metal Indonesia Kabil, masih terus berlanjut.

Pasalnya, ada dugaan jika pihak perusahaan mencoba untuk menutupi kasus kematian Ahmad Madi tersebut.

Terbaru, Kepala UPT Pengawas Tenaga Kerja Batam, Aldy Admiral, menyebut jika pihaknya akan segera turun ke lokasi untuk memastikan apakah memang ada dugaan kecelakaan kerja.

"Ya benar, nanti tim akan turun. Setelah dari sana kita update," ujarnya kepada Tribun Batam, Senin (20/2/2023).

Sementara, Kapolsek Nongsa, Kompol Yudi Arvian, menyebut bahwa proses penyelidikan terhadap kematian Ahmad Madi pun masih terus berlangsung.

"Sampai sekarang masih tahap penyelidikan. Kita sudah memanggil manajemen dan beberapa saksi untuk dimintai keterangan," ujarnya singkat saat dihubungi Tribun Batam.

Terkait peristiwa ini, pihak kepolisian telah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga: PULUHAN Remaja Dibawa Polisi saat Gelar Aksi Balap Liar di Jalan Raden Patah Batam

Selama penyelidikan ditemukan sejumlah catatan seperti pihak perusahaan sengaja tak melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Dari informasi yang Tribun Batam dapatkan, TKP disebut telah dibersihkan sebelum polisi turun ke lokasi.

Di samping itu, perusahaan pun terkesan tak kooperatif saat polisi meminta rekaman CCTv yang ada.

Dari keterangan saksi, kematian Ahmad Madi bermula saat ia sedang berada di lokasi tumpukan besi scrap.

Pria yang berasal dari Tembilahan, Riau tersebut tengah melakukan aktivitas pekerjaannya seperti biasa.

Namun nahas, saat itu salah satu tabung berisi racun api bocor sehingga menyebabkannya terbang dan menimpa bagian kepala Ahmad Madi dan membuatnya tak sadarkan diri.

Melihat kejadian itu, sejumlah karyawan yang berada di lokasi bergegas untuk membawa Ahmad Madi ke RS Soedarsono Darmosoewito Kabil.

Selang dua jam dari kejadian, Ahmad Madi pun menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapat luka berat di bagian kepala dan dada.

Saat ini, jenazah Ahmad Madi pun telah diterbangkan ke Pekanbaru untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka yang berada di Tembilahan, Sabtu (18/2/2023) lalu. (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved