BATAM TERKINI
10 Orangtua Siswa SMPN 3 Batam Nyaris Kena Tipu, Dikabari Anak Kecelakaan
Sekitar 10 orangtua siswa SMPN 3 Batam nyaris kena tipu dengan modus anak mengalami kecelakaan dan orangtua diminta transfer uang.
Penulis: ronnye lodo laleng |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penipuan yang menggunakan modus anak sekolah mengalami kecelakaan lalu penjahat menelepon orangtua murid kembali terjadi di Kota Batam, Kepri.
Baru-baru ini, kejadian itu menimpa 10 orangtua wali murid di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Sei Harapan, Sekupang, Kota Batam.
Dalam aksinya, pelaku berpura-pura menelpon sejumlah orangtua murid dan mengabarkan bahwasanya, anak mereka sedang berada di Rumah Sakit karena mengalami kecelakaan.
Pada saat itu, pelaku meminta ditransferkan uang untuk biaya rumah sakit.
Beruntung para orangtua tersebut belum sempat mengirim uang ke pelaku itu.
Peristiwa itu terungkap setelah sejumlah orangtua murid menelepon wali kelas, untuk memastikan informasi tersebut.
Mirisnya lagi, kejadian tersebut juga pernah terjadi di beberapa sekolah lain di Kota Batam.
Baca juga: Siswi SMP Tewas Dalam Kecelakaan Maut, Tubuhnya Remuk Usai Dilindas Truk
Menanggapi hal itu, jajaran Polsek Sekupang melalui Bhabinkamtibmas Sei Harapan Aipda Syefriadi langsung mendatangi SMPN 3 Sekupang.
Polisi memberikan imbauan kepada para orangtua yang memiliki anak sekolah dan guru agar harus berhati-hati.
Pasalnya saat ini sedang marak adanya penipuan via telepon dari orang yang tak bertanggung jawab.
Bhabinkamtibmas Aipda Syefriadi berpesan kepada wali murid, apabila mendapat modus penelepon mengabarkan sang anak mengalami kecelakaan sebaiknya melakukan kroscek lebih dahulu ke pihak sekolah.
"Jangan mengirimkan pulsa atau transfer uang kepada orang yang tidak kenal, meski mengatasnamakan pihak sekolah atau apapun yang menyangkut penipuan," kata Syefriadi, Jumat (24/2/2023).
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N. melalui Kapolsek Sekupang Kompol Z.A. Christopher Tamba meminta orangtua tidak langsung panik saat mendapat telepon seperti itu.
"Mari sama-sama kita waspadai. Jangan terlalu panik mendengar anak masuk rumah sakit. Kalau bisa dihubungi orang-orang di sekolah baik guru, sekuriti dan kepala sekolah untuk memastikan kebenaran hal itu. Seberapa pun paniknya kita, kita harus tetap menggunakan akal sehat,” sebut Tamba.
Kapolsek juga meminta agar sekolah menjaga kerahasiaan informasi pribadi masing-masing siswanya.
Karena, modus ini bisa terjadi karena oknum tersebut memiliki data lengkap targetnya.
“Sekolah diminta agar menjaga kerahasiaan informasi pribadi masing-masing siswanya,” katanya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24022023penipuan-di-batam.jpg)