KHAZANAH ISLAM
Sejarah Penyebaran Agama Islam di Negeri Tetangga Singapura
Singapura merupakan kota perdagangan yang memiliki pelabuhan-pelabuhan penting dalam jaringan perdagangan internasional dan mula masuknya Islam
TRIBUNBATAM.id - Islam telah berkembang dan menyebar ke banyak negara.
Di Singapura, Negara Kota yang berbatasan dengan Batam, Islam juga tercatat sudah ada lama di sana.
Islam masuk Singapura diduga dari kaum Muslim pendatang berprofesi sebagai pedagang.
Proses masuknya bersamaan dengan pedagang Muslim dari Arab dan Persia yang berlangsung pada abad ke-8 hingga abad ke-11.
Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas perdagangan laut saat itu.
Para pedagang tersebut tidak hanya singgah, tetapi beberapa di antaranya ada yang menetap dan berkeluarga di wilayah tersebut.
Dengan demikian, Islam diduga kuat telah hadir di Singapura sejak abad ke-8.
Sejak periode Kerajaan Sriwijaya, wilayah Singapura menjadi kekuasaan kerajaan-kerajaan di sekitarnya.
Hal ini karena Singapura merupakan kota perdagangan yang memiliki pelabuhan-pelabuhan penting dalam jaringan perdagangan internasional.
Pada abad ke-15, Singapura pernah dikuasai Kerajaan Ayutthaya di Thailand, sebelum akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Malaka, yang diperintah oleh Raja Parameswara.
Baca juga: Sejarah Islam Dunia: Bukti Kejayaan Terekam di Eropa, Rusia Pernah Menyaksikannya
Baca juga: Sejarah Islam Dunia, 5 Gereja Berganti Menjadi Masjid, Ada yang Dijual Lalu Dibeli Umat Muslim
Parameswara mendirikan wilayah perdagangan dengan bandar-bandar yang kemudian semakin ramai dikunjungi oleh para pedagang Muslim.
Pada periode inilah, pedagang Muslim di Singapura mulai menyebarkan agama Islam dengan berbagai cara.
Pedagang Muslim yang tinggal di Singapura banyak menikahi orang-orang pribumi, yang kemudian membentuk komunitas Islam secara perlahan.
Pada masa ini, pembelajaran agama Islam masih dilakukan dengan sangat sederhana, melalui rumah-rumah, surau-surau dan masjid.
Setelah Kesultanan Malaka dikalahkan Portugis pada 1511, penyebaran Islam di Singapura terhenti.
Portugis membuat Kesultanan Malaka terpaksa memindahkan pusat pemerintahannya ke bagian selatan Johor.
Selama masa penjajahan Portugis, Islam di Singapura tidak mengalami perkembangan.
Setelah Portugis diusir oleh Belanda pada 1641, ajaran Islam di Singapura perlahan-lahan mulai tersebar lagi.
Pada 1800-an, pusat pendidikan Islam di Singapura terletak di Kampong Glam.
Namun, tidak lama kemudian, Inggris datang dan menduduki Singapura hingga pertengahan abad ke-20.
Pada masa ini, ajaran Islam juga tidak berkembang luas.
Baca juga: Inilah Sejarah Islam di Eropa, Agama dengan Perkembangan Terbesar di Dunia
Baca juga: Apa Itu Isra Miraj? Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam, Turunnya Perintah Sholat 5 Waktu
Gerakan Islam di Singapura
Memasuki abad ke-20, terdapat beberapa gerakan Islam di Singapura, seperti membentuk Masyarakat Dakwah Muslim.
Masyarakat Dakwah Muslim adalah kebudayaan Islam Singapura yang berdiri pada tahun 1932 yang bergerak di bidang dakwah dan klinik pengobatan.
Setelah Inggris hengkang dan Singapura mendapatkan kemerdekaannya, perkembangan Islam di Singapura semakin jelas.
Pada 1966, Parlemen Singapura mengesahkan Administration of the Muslim Law Act (AMLA).
Undang-undang yang mulai berlaku pada 1968 ini mendefinisikan kekuasaan dan yurisdiksi tiga lembaga utama Muslim, yaitu Dewan Agama Islam Singapura, Pengadilan Syariah, dan Catatan Pernikahan Muslim
Lembaga-lembaga ini berada di bawah lingkup Kementerian Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga.
Sedangkan pihak yang bertanggung jawab atas lembaga-lembaga ini adalah Menteri Urusan Muslim.
Di saat yang bersamaan, dibentuk Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS) dengan berdasarkan data dari akta Pentadbiran Hukum Islam tanggal 17 Agustus 1966.
MUIS adalah lembaga resmi Islam di Singapura yang mengurus tentang masalah keagamaan serta masyarakat Muslim.
Baca juga: Sejarah Islam Mencatat! Pertama Dalam 1.400 Tahun, Arab Saudi Tangguhkan Umrah Warganya Sendiri
Baca juga: Khazanah Islam, Amalan Rutin yang Membawa Beribu Pahala bagi Muslim Menjalankannya
Organisasi Muslim lainnya di Singapura adalah Masyarakat Muslim Mualaf, yang merupakan organisasi dakwah utama di Singapura.
Dilansir dari kompas.com, organisasi ini telah membawa lebih dari 8.000 Muslim sejak 1982.
Pada Oktober 1991, berdiri lembaga yang dikembangkan secara swadaya oleh masyarakat, yaitu Association of Muslim Profesional (AMP).
Selain mendirikan berbagai organisasi Islam, di Singapura juga dibangun sekolah yang berbasis Islam atau madrasah.
Sampai sekarang sudah ada sekitar enam madrasah di Singapura, beberapa di antaranya adalah Madrasah Al-Irsyad, Al-Islamiah dan Al-Maarif Al-Islamiah.
Untuk tempat ibadah, saat ini terdapat 72 masjid di Singapura yang hampir semuanya dikelola oleh MUIS.
.
.
.
Referensi: Saifullah. (2010). Sejarah dan Kebudayaan Islam di Asia Tenggara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
(TRIBUNBATAM.id/ Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Singapura-laporkan-kasus-cacar-monyet-atau-monkeypox-45.jpg)