MATA LOKAL CORNER
Mata Lokal Corner Tribun Batam, Pandangan Pengurus Parpol Sistem Pemilu Tertutup
Lima dari enam pengurus parpol yang dihadirkan dalam program Mata Lokal Corner Tribun Batam tolak sistem proporsional tertutup di pemilu.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berbagai pandangan dilontarkan pengurus partai politik (parpol) di Kota Batam mengenai sistem proporsional tertutup di Pemilu 2024 yang saat ini sedang dalam pembahasan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Program Mata Lokal Corner Tribun Batam yang dilaksanakan di Lantai 11 Hotel Santika, menghadirkan enam pengurus parpol di Kepri dan Batam untuk membahas tema 'Pemilu Sistem Terbuka dan Tertutup, Untungkan Siapa'.
Narasumber yang hadir dalam program ini yakni Sekretaris Partai Keadilan Sejahtera Batam, Warya Burhanuddin, Ketua Partai Demokrat Batam Al Ichsan, Ketua DPD Nasdem Batam, Amsakar Ahmad, Ketua DPW Kepri PSI Anton Duha, Ketua Dewan Pakar PKN Kepri Iwan, dan Ketua DPW Kepri Partai Gelora Abdul Rahman.
Dari pembahasan tema ini, lima dari enam pengurus parpol yang dihadirkan menolak sistem proporsional tertutup. Kelima parpol itu yakni PKS, Demokrat, NasDem, PSI dan Gelora.
Berbeda dengan kelimanya, pandangan dari pengurus PKN Kepri justru melihat sistem tertutup sangat menguntungkan bagi partai kecil.
Menurutnya, jika diterapkan sistem proporsional tertutup, maka partai kecil akan tetap bisa masuk ke kursi DPR RI, meski tidak bisa menguasai kursi di daerah.
"Tetapi itu menurut pandangan saya," kata Iwan, Ketua Dewan Pakar PKN Kepri, Kamis (2/3/2023).
Sementara Warya Burhanuddin dari partai PKS, mengatakan sistem proporsional tertutup sangat tidak tepat lagi dilaksanakan saat ini.
Mengingat sudah beberapa kali dilaksanakan sistem proporsional terbuka.
"Demokrasi kita sudah bagus, jadi sangat tidak tepat kalau kita mundur ke belakang," katanya.
Baca juga: Mata Lokal Corner Tribun Batam Sambut Pemilu 2024, Berebut Suara Tanpa Ribut
Ia juga menjelaskan jika di tingkat nasional, pengurus pusat sudah melakukan penolakan terhadap sistem proporsinoal tertutup.
Sementata Al Ichsan, pengurus Partai Demokrat mengatakan jika sistem proporsional tertutup disahkan, maka Indonesia mengalami kemunduran dalam sistem demokrasi.
Padahal demokrasi Indonesia sudah terkenal dengan demokrasi yang sangat bagus di dunia.
"Jika kita bandingkan dengan negara maju seperti Amerika, maka demokrasi di Indonesia jauh lebih bagus. Sistem demokrasi negara maju seperti USA yang dikatakan negara demokrasi partainya hanya dua," kata Ichsan.
Ia menyakini dalam mengambil keputusan MK akan melihat dan mendengar masukan dari masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/02032023Mata-Lokal-Corner-Tribun-Batam.jpg)