Selasa, 21 April 2026

BATAM TERKINI

Selama Februari 2023, Cabai Merah dan BBM Picu Inflasi 0,47 Persen di Kepri

Cabai merah dan BBM telah memicu inflasi di Kota Batam sebesar 0,47 persen selama Februari 2023.

TribunBatam.id/Istimewa
Selama Februari 2023, cabai merah dan BBM memicu inflasi di Kepri sebesar 0,47 persen. Foto : Ilustrasi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Setelah mengalami deflasi di bulan sebelumnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Kepulauan Riau mengalami inflasi sebesar 0,47 persen (month-to-month) pada Februari 2023.

Inflasi ini terutama bersumber dari peningkatan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Hal ini sejalan dengan kenaikan harga sayuran seperti kangkung dan bayam, serta cabai merah yang dipengaruhi menurunnya pasokan dampak kondisi cuaca.

Selain itu, juga terdapat kenaikan cukai rokok pada awal tahun 2023 yang berdampak pada kenaikan harga rokok kretek filter. Sementara, tekanan inflasi juga bersumber dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar.

"Inflasi juga dipengaruhi kenaikan harga kontrak rumah yang mengalami pola penyesuaian di awal tahun. Secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,50% (mtm) dan 0,32% (mtm)," ungkap Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri, Suryono, melalui siaran resminya, Rabu (1/2/2023).

Dengan demikian, secara tahunan, inflasi gabungan dua kota IHK di Kepri tersebut tercatat sebesar 5,79% (year-on-year), meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya sebesar 4,85% (yoy). Capaian inflasi tahunan tersebut relatif lebih rendah dibandingkan 10 provinsi lainnya di wilayah Sumatera, yakni berada di posisi kedua terendah.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp 42 Juta ke Warga Nias

"Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau serta TPID Kabupaten/Kota se-Kepri senantiasa berkomitmen memperkuat upaya pengendalian inflasi untuk mencapai sasaran inflasi sebesar 3:1% (yoy)," ujar Suryono.

Sejumlah upaya telah dan terus akan dilakukan oleh TPID untuk menjaga inflasi agar tetap rendah dan stabil dengan memperhatikan 4K (ketersediaan barang, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektit) khususnya untuk komoditas bahan pangan yang rentan mengalami fluktuasi harga. 

Sejalan dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), TPID melaksanakan berbagai kegiatan antara lain pelaksanaan pasar murah menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN), penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD), penyelenggaraan capacity building TPID, serta optimalisasi sinergi program TPID melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) maupun rapat tim teknis. 

TPID juga senantiasa melaksanakan pemantauan perkembangan harga bahan pangan, monitoring ketersediaan pasokan serta memastikan distribusi bahan pangan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Memasuki bulan Maret 2023, terdapat potensi meningkatnya permintaan menjelang HBKN serta tingginya curah hujan dan gelombang laut yang dapat mempengaruhi tekanan inflasi. 

Namun demikian, kuatnya koordinasi TPID dan sinergi program GNPIP diharapkan dapat menjadi kunci menjaga stabilitas inflasi gabungan dua kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau untuk mencapai sasaran inflasi yang telah ditetapkan. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved