Selasa, 21 April 2026

LINGGA TERKINI

Sambut Ramadan di Lingga, Sejumlah Pengurus Masjid Gelar Haul Jamak

Tradisi Haul Jamak sambut Ramadan di Lingga digelar sejumlah pengurus surau dan masjid di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Diskominfo Lingga/Said Maulana Alhabsyie
RAMADAN DI LINGGA - Potret Tradisi Haul Jamak sambut Ramadan di Lingga yang berlokasi di Masjid Jami' Sultan Lingga. Foto diambil belum lama ini. 

Kegiatan turun temurun untuk menyambut bulan suci Ramadhan ini turut dihadiri oleh Bupati Lingga, Muhammad Nizar bersama istri, Maratusholiha saat itu.

Tradisi Haul Jamak yang merupakan salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan tradisi masyarakat melayu Lingga.

Selain mempererat hubungan silaturahmi sesama umat, Tradisi Haul Jamak juga bertujuan untuk memohon keridhoan Allah dengan melaksanakan doa bersama mengirimkan doa kepada para leluhur yang sudah tiada.

Memang setiap tahun, Tradisi Haul Jamak dilaksanakan bulan Sya'ban atau sebulan sebelum datangnya bulan suci Ramadhan, hampir di seluruh wilayah Kabupaten Lingga.

Setiap masjid atau surau di masing-masing wilayah Kabupaten Lingga, secara serentak dan bergantian merayakan tradisi doa bersama ini.

Di kalangan masyarakat, tradisi ini terjadwal pada hari yang ditentukan oleh para tokoh agama atau ketua masjid di masing-masing kampung, desa/kelurahan.

Makna dari Tradisi Haul Jamak ini, yakni berdoa bersama untuk kebaikan bagi para pahlawan, tokoh agama, kerabat, orang tua, serta para pendahulu mereka.

Setelah doa bersama dilakukan, warga atau jamaah makan bersama secara tradisional, yang dihidangkan dalam sebuah talam yang ditutupi tudung saji dan dilapisi kain warna warni.

"Tradisi Haul jamak ini lebih ke doa untuk para arwah atau orang yang telah meninggal dunia, sebelum umat Islam di Lingga memasuki bulan Ramadhan," kata Pemerhati Sejarah dan Budaya Lingga, Lazuardy kepada TribunBatam.id.

Hidangan ini disediakan dari masing-masing rumah yang dibawakan secara sukarela oleh masyarakat.

"Setelah prosesi doa bersama selesai, masyarakat kemudian berkumpul dan makan bersama ini juga menjadi ajang silaturahmi antar masyarakat," ujar Lazuardi.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved