TADARUS RAMADAN
Ceramah Ramadan, Puasa Orang Istimewa
Berikut ini ceramah ramadan yang disampaikan oleh KH Ahmad Junaidi dari MUI Kota Batam.
TRIBUNBATAM.id - Berikut ini ceramah ramadan yang disampaikan oleh KH Ahmad Junaidi dari MUI Kota Batam.
Sahabatku pemirsa Tribun yang mudah-mudahan semuanyadirahmati oleh Allah SWT.
Di antara manfaat dari berpuasa adalah untuk membentuk pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT.
Dalam sebuah hadist, Baginda Nabi Muhammad SAW mengatakan: Betapa banyak orang yang melakukan ibadah puasa namun ia tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga.
Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa ada tiga tingkatan puasa:
1. Puasanya orang-orang yang awam;
2. Puasanya orang khusus dan istimewa;
3. Puasanya orang yang super istimewa.
Yang pertama adalah menahan diri dari berbagai hal yang kiranya dapat membatalkan ibadah puasa sepanjang hari dengan niat tertentu, hanya sebatas itu.
Tanpa memikirkan apakah puasanya akan membentuk pribadinya menjadi pribadi yang bertaqwa, pribadi yang semakin dekat kepada Allah SWT atau tidak.
Puasa yang hanya meninggalkan makan dan minum, hubungan suami-istri, namun di sisi lain, ia masih melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.
Dalam beribadah, kita tidak hanya sekadar berusaha bagaimana agar ibadah kita dianggap sah. Tapi kita juga harus berusaha bagaimana agar ibadah kita diterima dan diridhoi oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, kita perlu naikkan tingkatan puasa kita ke tingkat yang kedua, yaitu puasa orang yang istimewa.
Yang dimaksud dengan puasa orang istimewa adalah puasanya orang yang tidak hanya sekadar meninggalkan hal-hal yang berpotensi membatalkan ibadah puasa, tapi juga meninggalkan hal-hal yang kiranya berpotensi meninggalkan pahala ibadah puasa.
Bagaimana hal itu terjadi? Yaitu, orang yangh berusaha semaksimal mungkin menjaga seluruh anggota tubuhnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.
Dia menjaga pandangan, pendengaran, lisan dan menjaga hatinya. Dia juga menjaga kemaluannya, menjaga kakinya untuk tidak melangkah hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.
Mata bisa melihat, adalahbagian dari anugerah Allah yang luar biasa kepada kita.
Oleh karena itu di Bulan Ramadan atau juga di bulan yang lainnya, kita harus berupaya bagaimana agar pandangan kita semuanya bisa benilaikan ibadah dalam pandangan Allah SWT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2503_KH-Ahmad-Junaidi.jpg)