Rabu, 29 April 2026

BATAM TERKINI

Berulangkali Disurvei, Tapi Lokasi Longsor di Tanjung Buntung Batam Belum Diperbaiki

Walau sudah berulang kali disurvei tapi lokasi longsor di RT 07 RW 02 Kaveling Tanjung Buntung, Bengkong Batam belum juga diperbaiki.

Penulis: ronnye lodo laleng |
TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Ketua RT 07 dan seorang warga saat berada di lokasi longsor di di kaveling Tanjung Buntung, RT 07 RW 02 Bengkong, Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga RT 07 RW 02 Kaveling Tanjung Buntung, Bengkong, Batam hingga kini masih setia menunggu bantuan dari Pemerintah Kota Batam.

Itu pasalnya, longsor yang terjadi di wilayah RT 07 pada 1 Maret 2023 yang lalu hingga kini belum mendapat perhatian dari pemerintah, dalam hal ini perbaikan kembali.

Ketua RT 07 Anton mengatakan, pihaknya sudah berusaha mengajukan permohonan tersebut kepada pemerintah Kelurahan hingga Pemerintah Kota Batam.

"Pemerintah dalam hal ini dinas terkait sudah beberapa kali melakukan survei namun belum terealisasi," kata Anton, Selasa (28/3/2023).

Dari informasi yang dihimpun, adapun kendala lambatnya penanganan longsor tersebut adalah dana.

"Dana yang dibutuhkan paling tidak Rp 2 miliar. Mungkin dananya belum ada, kendati demikian kami tetap setia untuk menunggu," ujarnya.

Baca juga: HASIL Monitoring Pengendalian Inflasi, Harga Cabai Rawit dan Telur di Batam Naik

Dikatakannya, akibat kejadian itu setidaknya tiga rumah warga terancam rusak.

Dan jalan umum yang sering digunakan warga saat ini harus ditutup karena takut terjadi longsor lagi.

Dia berharap semoga Pemerintah Kota Batam segera merealisasikan bantuan dana untuk membuat batu miring di lokasi tersebut karena kasihan masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, hujan lebat sepanjang hari  membuat tebing setinggi 15 meter di kaveling Tanjung Buntung, RT 07 RW 02 Bengkong, Batam mengalami longsor susulan, Jumat (3/3/2023).

Kejadian tersebut sempat membuat warga panik lantaran letaknya berada di depan rumah warga.

Tebing tersebut diketahui mulai mengalami longsor sedikit demi sedikit pada Rabu (1/3/2023) dan puncaknya pada hari ini.

Longsor ini merupakan kali kedua.

Pertama terjadi pada tahun 2013 yang lalu. Dan kembali di timbun menggunakan tanah dan ban mobil seadanya.

Ketua RT 7 Tanjung Buntung Anton mengatakan, mengisahkan detik-detik longsor tersebut.

"Awalnya, saya dan warga setempat sudah mengetahui adanya retakan kecil sebelum terjadi longsor. Waktu itu kami pikir tidak langsung longsor sehingga kami masih sempat foto dan video lokasi itu," jelas Anton saat ditemui Tribun Batam.id di lokasi kejadian.

Diakuinya, kejadian itu terjadi secara tiba-tiba dan tak di sangka-sangka.

Beruntung tidak ada korban dalam insiden tersebut.

Agar tak terjadi hal-hal yang diinginkan, pihaknya langsung menutup akses jalan di lokasi itu. 

Warga kemudian bersama-sama melakukan antisipasi awal secara swadaya dengan menutup lokasi longsor dengan terpal dan spanduk besar.

"Untuk sementara kita tutup dulu. Karena kalau motor lewat bergetar tanahnya bahaya, bisa saja longsor lagi," jelasnya.

Tebing tersebut selama ini memang belum dibangun batu bronjong atau batu miring, karena belum ada dampak sosial yang dirasakan oleh warga setempat.

"Saya dan warga minta bantuan dari pemerintah Kota Batam agar bisa menindaklanjuti hal ini," kata Anton.

Dirinya tahu, pembangunan batu miring dan batu bronjong pasti membutuhkan waktu dan biaya yang banyak.

Sehingga pihaknya hanya meminta bantuan awal seperti terpal berukuran besar untuk menutupi longsor dan menahan tanah sementara waktu, agar tidak terjadi lagi longsor susulan. 

Sementara, pemilik rumah yang tak jauh dari lokasi Juliadi mengaku, tak bisa tidur akibat kejadian ini.

Rumah Juliadi persis di depan longsornya bukit itu.

Beberapa perabotan rumahnya sudah ia ungsikan terlebih dahulu.

"Ya pasti sedih, apalagi rumah saya langsung didepannya. Kalau dilihat ini rumah sudah mulai turun pondasinya," ujarnya.

Ia berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah terhadap kejadian yang menimpa dirinya

"Kalau bisa segera karena hujan terus turun. Kami takut rumah ikut kena longsor," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan TRIBUNBATAM.id di lokasi kejadian, tumpukan tanah sudah berserakan di belakang rumah warga.

Tampak dua rumah yang baru dibangun dikelilingi oleh tanah dan pepohonan seperti mangga dan pisang akibat longsor.

Dua rumah itu, selama ini memang masih kosong dan belum dihuni oleh pemiliknya.

Dua rumah yang berada tepat di bawah tebing hampir tertimpa reruntuhan tanah.

Sementara rumah yang berada di atas tebing hampir amblas.

Ban-ban bekas yang selama ini digunakan untuk menahan tanah berserakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hampir setiap menit warga setempat terus berdatangan ke lokasi untuk memastikan dan melihat langsung kondisi rumah pasca longsor.

Mereka yang datang tampak berdiri agak jauh dari lokasi longsor. Mereka takut terjadi longsor susulan. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved