BATAM TERKINI
HASIL Monitoring Pengendalian Inflasi, Harga Cabai Rawit dan Telur di Batam Naik
Dia komoditi mengalami kenaikan harga di Batam selama periode 20 Maret hingga 24 Maret 2023 yakni cabai rawit dan talur ayam ras.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah kota Batam melakukan Monitoring Pengendalian Inflasi Daerah Kota Batam untuk mengendalikan inflasi terutama di saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Saat monitoring pada minggu ke-III Maret 2023 atau terhitung sejak 20 hingga 24 Maret 2023, ada kenaikan harga pada dua komoditi yaitu cabai rawit hijau dan telur ayam ras.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M. Pd. Usai mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, melalui zoom meeting dari Kantor Wali Kota Batam, pada Senin (27/3/2023).
“Kita dapati hasil laporan dari monitoring tersebut, di Kota Batam terdapat kenaikan harga pada dua komoditi yaitu cabai rawit hijau dan telur ayam ras,” ujar Jefridin.
Namun, pihaknya mengaku telah melakukan berbagai langkah pengendalian terutama saat Ramadhan hingga jelang hari raya Idul Fitri.
Di antaranya menggelar operasi pasar, terus berkoordinasi dengan daerah penghasil, menjaga pasokan, hingga melakukan pemantauan langsung ke beberapa pasar untuk memantau harga cabai.
Baca juga: Gojek Siapkan Amunisi Hemat dan Cermat Lengkapi Ramadan 2023
“Isu inflasi ini sebisa mungkin terus kita jaga, apalagi bulan Ramadan di mana pola demand juga berubah dan menjadi tinggi akibat buka puasa bersama masyarakat dan menjelang hari raya Idul Fitri,” katanya.
Oleh karena itu menurut Jefridin, hal tersebut perlu diikuti dengan pola suplai yang cukup, ketersediaan bahan pangan, dan harga yang dapat terjangkau oleh masyarakat sampai dengan Ramadan hingga Lebaran.
Sedangkan Mendagri Tito dari Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri menyampaikan, bahwa pihaknya meminta kepada para kepala daerah untuk lebih memperbanyak kegiatan pemberian bantuan sosial (bansos), baik tunai maupun non tunai.
“Manfaatnya penting untuk membantu masyarakat tidak mampu yang rentan. Itu akan memperkuat daya beli masyarakat. Kalau diberikan uang tunai atau diberikan sembako, maka ketahanan pangannya akan kuat dan akan berdampak pada pengendalian inflasi,” ujar Mendagri Tito. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/23122022telur-ayam-di-Karimun-dipasok-peternak-lokal.jpg)