KARIMUN TERKINI

Warga Karimun Kesulitan Peroleh LPG 3 Kg Meski Pemkab Klaim Stok Gas Masih Aman

Disperindag Karimun klaim stok gas elpiji 3 kg masih aman. Warga diminta tak panic buying karena dapat menyebabkan kelangkaan gas di lapangan

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Yeni Hartati
Distributor penjualan gas elpiji di Karimun memilih tutup akibat stok gas elpiji tiga kg kosong, baru-baru ini 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah warga Karimun, Kepri mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg untuk kebutuhan memasak.

Seorang warga Karimun, Narti mengaku dibuat repot dengan kondisi gas elpiji 3 kg saat ini yang disebut-sebut langka.

Pasalnya, jika tidak bisa mendapatkan gas elpiji, ia terpaksa harus memanfaatkan kayu bakar untuk memasak.

"Sekarang ini susah dapat gas, harus pusing-pusing ke sana ke mari. Macam putus harapan, mau balik ke kayu bakar lagi," keluh Narti, Selasa (28/3/2023).

Warga lainnya, Sucy juga merasakan hal yang sama.

Ia mengatakan, kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg saat ini, terutama pada tingkat kalangan ekonomi kelas bawah.

"Pemerintah sudah seharusnya mengambil langkah agar masyarakat dengan ekonomi tinggi agar tidak menggunakan gas elpiji 3 kilo," ujar Sucy.

Baca juga: Pasokan Gas 3 Kg Datang, Warga Serbu Pangkalan di Pertashop Bengkong Sadai Batam

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral pada Pemerintah Kabupaten Karimun, Basori, meminta masyarakat tak panic buying atau melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Menurutnya, ketersediaan gas elpiji di Karimun masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Sebenarnya ketersersediaan cukup, asalkan masyarakat tak panic buying. Sejauh ini, itu yang menyebabkan kelangkaan," ujar Basori, Senin (28/3/2023).

Basori menambahkan, ketersediaan gas elpiji 3 kg di Karimun sampai saat ini masih dalam kategori aman.

Hanya ketika cuaca buruk, terjadi antrean panjang di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Tanjung Uban.

Hal itu akan berdampak pada terlambatnya stok gas elpiji 3 kg masuk ke Karimun, hingga diklaim masyarakat langka.

"Daerah kepulauan ini tentu kendalanya transportasi. Apalagi cuaca buruk, itu yang jadi kendala. Selain itu, kita harapkan juga di SPPBE Tanjung Uban lancar-lancar saja, sehingga tidak terganggu stok di sini," ujarnya.

Baca juga: Ramadan di Batam dan Sesumbar Pertamina Soal Gas 3 Kg

Lebih lanjut, saat ini pihaknya sedang menggesa pengoperasian SPBE Karimun yang terletak di Sememal Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved