Kamis, 7 Mei 2026

Anas Urbaningrum Bebas Hari Ini, Gede Pasek Minta SBY dan Demokrat Minta Maaf

Anas Urbaningrum bebas hari ini dari Lapas Sukamiskin Bandung. Muncul permintaan agar SBY dan Partai Demokrat minta maaf kepadanya.

Tayang:

Pertama, SBY disebut mendorong agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan Anas sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi.

“Meminta maaf atas pidato dari Jeddah yang memaksakan kasus Anas Urbaningrum bisa disegerakan yang berakibat ada sprindik bocor ke Istana oleh oknum KPK untuk mentersangkakan Anas Urbaningrum. Sementara gelar perkara belum dilakukan,” kata Pasek.

Baca juga: Marzuki Alie Melawan, Ancam Bongkar Kebohongan SBY hingga Singgung Karma Anas Urbaningrum

Kedua, Pasek menyebut SBY melakukan upaya kudeta di Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk melengserkan Anas dari jabatannya sebagai ketua umum. Padahal, kala itu, Anas belum ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga, SBY dituding melakukan fitnah karena menyebut Anas Urbaningrum menerima uang hasil korupsi E-KTP.

Terakhir, menurut Pasek, SBY diminta untuk meminta maaf karena tak konsisten menegakkan pakta integritas Partai Demokrat.

“Kalau tersangka, terdakwa, dan terpidana harus mundur dan berhenti di Partai Demokrat, karena terbukti saat ini mantan narapidana malah dapat jabatan tinggi,” ujar Pasek.

Ia lantas mengklaim bahwa Anas Urbaningrum tak membawa dendam setelah bebas dari Lapas Sukamiskin.

“Beliau (Anas) hanya membawa ikhtiar untuk berjuang mencari keadilan atas kriminalisasi yang terjadi pada dirinya,” kata Pasek.

Demokrat sebelumnya berulang kali menyampaikan tidak memiliki persoalan dengan Anas Urbaningrum dan merasa tak pernah melakukan kriminalisasi.

Baca juga: Ingat Politisi Anas Urbaningrum? Kabar Terbarunya akan Dibebaskan Tahun Depan

Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, justru Anas membuat kemunduran pada partai karena tersangkut kasus korupsi.

Ia menegaskan jika Demokrat tak pernah mengkriminalisasi Anas Urbaningrum.

“Kalau dibilang kriminalisasi kan dia kaitannya dengan KPK, ya sudah tuntut saja KPK. Dulu siapa ketua KPK yang mengasuskan dia? Silakan. Kami enggak ada kaitannya sama sekali,” ujar Herzaky ditemui di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Senin (3/4/2023).

Bagi Demokrat, kata dia, Anas dan faksinya merupakan bagian dari masa lalu kelam partai.

Demokrat tak mau dikaitkan lagi dengan Anas yang disebut bakal keluar dari Lapas Sukamiskin pada 10 April 2023 tersebut.

Dalam pandangan Herzaky, Anas dan faksinya justru membawa banyak kerugian untuk Demokrat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved