BERITA CHINA

Laut Taiwan Membara, China Larang Kapal Berlayar Usai Militer Xi Jinping Latihan

China akan melarang kapal-kapal berlayar di daerah utara Taiwan mulai Ahad (16/4/2023) untuk mengantisipasi adanya roket jatuh usai melakukan latihan

AFP PHOTO
Ilustrasi latihan militer China - China akan melarang kapal-kapal berlayar di daerah utara Taiwan mulai Ahad (16/4/2023) untuk mengantisipasi adanya roket jatuh usai melakukan latihan 

TRIBUNBATAM.id - Situasi di perairan utara Taiwan masih panas dingin usai China menyelesaikan latihan tempur besar-besaran di sana.

Sedikitnya 12 kapal perang dan 91 pesawat China berada di sekitar Taiwan saat latihan tempur militer I Jinping berlangsung tiga hari.

Latihan tersebut respons atas pertemuan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dengan Ketua DPR Kevin McCarthy saat transit di Negeri Paman Sam.

Taiwan pun menyampaikan pada Rabu (12/4/2023) bahwa China akan memberlakukan zona larangan terbang di utara pulau itu.

Taipei mengatakan, Beijing menerapkan zona larangan terbang di utara Taiwan selama tiga hari.

Akan tetapi, setelah Taiwan mengumumkan rencana Beijing soal larangan terbang tersebut, Taipei menyampaikan bahwa China hanya memberlakukannya pada Ahad mulai pukul 09.30 hingga 09.57 waktu setempat.

Informasi terbaru China akan melarang kapal-kapal berlayar di daerah utara Taiwan mulai Ahad (16/4/2023).

Beijing beralasan larangan kapal memasuki daerah utara Taiwan karena adanya kemungkinan puing-puing roket yang jatuh, sebagaimana dilansir AFP melalui kompas.com, Kamis (13/4/2023).

Baca juga: China Latihan Simulasi Kepung Taiwan dari Darat dan Laut, Beri Peringatan Serius

Baca juga: Beijing Murka AS Buka Pangkalan Militer Dekat Laut China Selatan dan Taiwan

Perairan sekitar 160 kilometer dari Taipei akan ditutup pada Ahad mulai pukul 09.00 waktu setempat hingga 15.00 waktu setempat.

Administrasi Keselamatan Maritim Provinsi Fujian mengatakan, kapal-kapal akan dilarang memasuki perairan tersebut pada jam yang sudah ditentukan.

Pekan lalu, China mengadakan latihan perang besar-besaran selama tiga hari di sekitar Taiwan.

Latihan tersebut mencakup simulasi serangan serta blokade terhadap Taiwan, yang menurut Beijing adalah bagian dari wilayahnya.

Biar tahu saja Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi kehadiran 12 kapal perang China dan 91 pesawat di sekitar Taiwan pada Senin (10/4/2023), setelah Beijing mengakhiri latihan militer tiga hari.

"Meski Komando Teater Timur (China) telah mengumumkan akhir latihannya, militer (China) tidak akan pernah mengendurkan upaya untuk memperkuat kesiapan tempur," kata Kementerian Pertahanan Taiwan dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut, jumlah kapal dan pesawat China itu didasarkan pada penghitungan hingga pukul 18.00 waktu setempat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved