Senin, 11 Mei 2026

Cara Aman Melihat Gerhana Matahari Hibrida Besok 20 April 2023 di Tanjungpinang

Cara aman melihat gerhana matahari yakni dengan menggunakan kaca mata khusus, teleskop, atau bisa pakai kertas HVS dan saringan santan

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Kolase Ahmad Zaimul Haq-Surya.co.id/NASA
ilustrasi warga menyaksikan gerhana matahari menggunakan kaca mata khusus. Fenomena gerhana matahari hibrida bisa disaksikan di Tanjungpinang, besok Kamis, 20 April 2023 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Fenomena gerhana matahari hibrida akan terjadi di Indonesia pada Kamis, 20 April 2023, besok.

Di Kepri, fenomena ini bisa terlihat di Tanjungpinang.

Untuk menyaksikan gerhana matahari ini, disarankan tidak melihat secara langsung, tetapi menggunakan kaca mata khusus, dan teleskop.

Lantaran jika tetap memaksa melihat dengan mata secara langsung, dapat menyebabkan kerusakan mata.

Nah, selain menggunakan kaca mata khusus dan teleskop, ada cara aman melihat gerhana matahari dengan menggunakan dua benda.

Pertama, bisa menggunakan kertas HVS. Caranya cukup tembusi kertas dengan jarum, dan arahkan ke sinar matahari. Nanti bayangannya akan terlihat.

Selanjutnya, bisa menggunakan saringan santan.

Baca juga: Gerhana Matahari Hibrida Besok, BMKG Tanjungpinang Beri Penjelasan

"Kalau saringan santan sudah ada bolongannya yang kecil-kecil. Caranya sama, arahkan ke sinar mataharinya, nanti akan terlihat," kata Observatorium Bosscha-ITB, Evan I. Akbar saat ikut serta melihat gerhana matahari di Tanjungpinang pada tahun 2019 lalu.

Sementara itu, Prakirawan Cuaca BMKG Tanjungpinang, Robi menyampaikan, fenomena gerhana matahari yang akan terlihat di Tanjungpinang Kamis besok bernama hibrida.

Hibrida adalah gerhana yang terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris.

Sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dari piringan matahari.

"Nanti gerhana mataharinya sekitar dua jam lebih. Mulai tampak pada jam sembilan lewat, dan puncak jam sebelas kurang, lalu berakhir jam dua belas," sebutnya, Rabu (19/04/2023).

Namun pada tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan Bulan yang teramati dari Bumi sama dengan piringan Matahari.

Saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, Matahari akan tampak seperti cincin (gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya). (Tribunbatam.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved