Senin, 4 Mei 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Gerhana Matahari Hibrida Besok, BMKG Tanjungpinang Beri Penjelasan

Gerhana matahari hibrida yang bisa terlihat dari Tanjungpinang menurut BMKG bisa dilihat hingga dua jam lebih.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Gerhana Matahari - BMKG Tanjungpinang mengumumkan jika gerhana matahari hibrida bisa diamati Rabu (20/4/2023). Foto Pemko Tanjungpinang mulai menggelar festival Gerhana Matahari Cincin di Laman Boenda Gedung Gong-gong, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Kamis (26/12/2019). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Fenomena gerhana matahari bisa terlihat di Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Prakirawan Cuaca BMKG Tanjungpinang, Robi menyampaikan, fenomena gerhana matahari yang terlihat tersebut bernama hibrida.

Hibrida adalah gerhana yang terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris.

Sehingga di suatu tempat tertentu terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dari piringan matahari.

"Nanti gerhana mataharinya sekitar dua jam lebih. Mulai tampak pada jam sembilan lewat, dan puncak jam sebelas kurang, lalu berakhir jam dua belas," sebutnya, Rabu (19/04/2023).

Namun pada tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan Bulan yang teramati dari Bumi sama dengan piringan Matahari.

Saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, Matahari akan tampak seperti cincin (gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya).

Pada Senin (26/08/2019) lalu, masyarakat Tanjungpinang menyaksikan gerhana matahari dari Taman Laman Boenda Tanjungpinang menjadi titik pengamatan gerhana tersebut.

Puncak gerhana saat itu terjadi pada pukul 12.24 sampai 12.27 WIB.

Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung pun mengelar pelatihan astronomi dan Tecnology Engineering Art, dan Mathematiocs (STEAM) dalam gelaran festival gerhana matahari cincin.

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul saat itu menjelaskan, Tanjungpinang khususnya Pulau Penyengat memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perbintangan Melayu.

"Para Cendikiawan di Pulau Penyengat pada abad ke-19 telah menulis berbagai buku perbintangan, diantaranya syair raksi oleh Raja Engku Haji Tua, Raja Ahmad Tabib dalam syair raksi macam baru, Ilmu Falakiyah tentang perhitungan dan rumus ilmu falak”, terang Wali Kota sebelum membuka kegiatan secara resmi di aula SMPN 4 Tanjungpinang, Minggu (25/08/2019).

Melalui pelatihan tersebut, Syahrul berharap, semakin dapat menumbuhkan kepedulian, dan peningkatan pengetahuan tentang astronomi.

Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung, Fendy M. Simatupang mengatakan, fenomena gerhana matahari cincin ini bisa kita jadikan jalan masuk untuk menggali sejarah dan budaya yang kita miliki.

Selain itu sebagai bekal untuk mengajarkan siswa-siswi kita belajar ilmu sains, fisika, kimia dan lain sebagainya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved