Selasa, 7 April 2026

BATAM TERKINI

Pulau Bulan Stop Kirim Babi, Pedagang Daging dan Tempat Makan di Batam Terancam

Stok daging babi di Batam menipis, dampak Pulau Bulan stop kirim babi. Hal ini berimbas ke pedagang dan tempat makan yang jual daging babi

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Pedagang daging babi di Kavling Batu Sagulung, Batam. Penghentian pasokan babi dari Pulau Bulan Batam membuat pedagang dan tempat makan khusus yang menjual daging babi di Batam terancam gulung tikar 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah pedagang dan rumah makan khusus yang menjual daging babi di Batam terancam gulung tikar.

Tak hanya pedagang, warga Batam yang mengonsumsi daging babi pun turut menjerit, lantaran harga daging babi yang kian meroket.

Itu imbas dari adanya penghentian pasokan babi dari Pulau Bulan Batam.

“Sudah seminggu lebih daging babi di Batam menipis bahkan kosong, sejak Lebaran kemarin. Pulau Bulan menghentikan pengiriman babi ke Batam,” ujar Efra, pedagang babi di Kaveling Baru Sagulung, Minggu (30/4/2023).

Akibat penghentian pengiriman daging babi dari Pulau Bulan, sejumlah lapak, kios dagangan penjualan daging babi di Batam ada yang tutup bahkan tak berjualan sementara.

Di samping itu, sejumlah pedagang ada yang mencari alternatif agar tetap berjualan dengan beralih mencari babi ternak peliharaan warga di sekitaran Batam.

Baca juga: Masih Laris, Ekspor Babi Pulau Bulan Batam ke Singapura Capai 1.000 Ekor Per Hari

Hanya saja, diakui harga babi ternak peliharaan warga memiliki harga jauh lebih mahal.

“Para peternak tahu daging babi dari Pulau Bulan lagi stop, mereka langsung naikkan harga,” katanya.

Tak hanya Efra, pedagang daging babi lainnya juga merasakan hal yang sama. Di samping terbatasnya pasokan daging babi, harga pun perlahan merangkak naik.

Seorang pedagang rumah makan yang menjual daging babi di Sagulung mengeluhkan kondisi ini.

Untuk mengakali tingginya harga daging babi, ia mengurangi porsi makan pelanggan.

“Enggak tahu sampai kapan Pulau Bulan ini stop, pusing juga kami pedagang kecil ini. Mau tutup tak mungkin, mau cari makan kemana kami. Cuma jualan ini usaha kami,” ujar pedagang rumah makan Batak, Nainggolan.

Ia mengatakan, daging babi memang masih ada di pasaran. Hanya saja kalau harus menggunakan daging ternak peliharaan, bukan babi dari Pulau Bulan, harganya terbilang mahal.

“Sekarang kalau yang lokal, peliharaan, harganya di pasar sudah Rp 120 ribu per kg. Apa tak menjerit kita penjual makan ini. Untung makin tak ada,” ucapnya kesal.

Baca juga: Nilai Ekspor Babi Dari Pulau Bulan Batam ke Singapura Capai Rp 785 M Selama 2022

Penghentian sementara waktu pengiriman babi dari Pulau Bulan Kota Batam itu, akibat adanya temuan African swine fever (ASF) atau virus flu babi Afrika 19 April lalu.

Dampaknya, ratusan ekor babi yang harusnya keluar dari Pulau Bulan, tertahan sementara waktu lantaran adanya pemeriksaan uji kesehatan babi. (TRIBUNBATAM.id/bereslumbantobing)

 

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved