KARIMUN TERKINI
Angka Kelulusan Seleksi PPPK Karimun Rendah, Bupati Singgung Mutu Pendidikan
Bupati Aunur Rafiq berharap dalam seleksi PPPK di Karimun pemerintah pusat memberi kewenangan terhadap daerah.
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Bupati Karimun Aunur Rafiq buka suara soal rendahnya angka kelulusan dalam seleksi PPPK di Karimun.
Dari 507 peserta yang mengikuti ujian, hanya 54 peserta yang lulus atau mencapai nilai ambang batas.
Ini artinya terdapat 270 formasi teknis yang masih kosong untuk jabatan fungsional teknis Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun.
Bupati Karimun menilai, minimnya angka kelulusan dalam seleksi PPPK di Karimun dipengaruhi dengan sulitnya soal-soal yang diujiankan, dimana materi-materi tersebut disiapkan secara nasional.
"Sebenarnya dalam seleksi PPPK ini, diikuti tenaga-tenaga honorer yang sudah cukup lama mengabdi dan meninggalkan bangku perkuliahan," ujar Bupati Aunur Rafiq, Rabu (3/5/2023).
Baca juga: Seleksi PPPK di Karimun Tunggu Pengumuman BKN, 510 Pelamar Berebut 323 Formasi
Kemudian para peserta dihadapkan dengan materi-materi yang disiapkan secara nasional, yang terbilang cukup berat bagi peserta.
Menurutnya, materi skala nasional yang diberikan, dengan perbandingan mutu pendidikan antara satu daerah dengan daerah lainnya, memiliki perbedaan.
Sehingga, banyak materi-materi yang telah dipelajari tidak termasuk ke dalam ujian seleksi.
"Kami akui mutu pendidikan antara satu daerah dengan daerah lain memiliki perbedaan. Upaya-upaya terobosan, dengan memberikan pelatihan-pelatihan juga sudah dilakukan, akan tetapi kondisi pada hari ini, ujian yang mereka hadapi dengan yang dipelajari tidak sama," ujarnya.
Bupati Karimun itu berharap agar adanya kebijakan khusus yang diberikan Pemerintah Pusat kepada daerah.
Baca juga: Pengumuman Hasil Ujian Kompetensi Guru PPPK di Karimun Ditunda
Karena, apabila kebijakan yang diberikan masih sama diterapkan, anak-anak daerah tentunya akan mengalami kesulitan.
"Apabila ujian yang dilaksanakan tetap tidak memperhatikan mutu pendidikan di masing-masing daerah, tentu akan menyulitkan, dan orang-orang dari luar Karimun yang akan masuk lulus PPPK, serta anak daerah akan seperti ini terus," ujarnya
Selain itu, kebijakan pemerintah Pusat agar dapat mengutamakan anak-anak daerah, sehingga memiliki peluang yang besar untuk bisa lulus seleksi PPPK.
"Bukan kita menutup diri, tetapi peluang anak daerah harus lebih besar. Karena mereka telah mengabdi cukup lama di daerah," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Bupati-Karimun-Aunur-Rafiq-soal-perayaan-malam-tahun-baru.jpg)