Rabu, 22 April 2026

BATAM TERKINI

NASIB Warga Pesisir Nongsa Batam Setelah Laut Nongsa Tercemar Limbah Minyak Hitam  

Warga pesisir pantai Nongsa Batam mulai merasakan imbas limbah minyak hitam yang mencemari laut di tempat mereka tinggal.

Penulis: Beres Lumbantobing |
ISTIMEWA
Ketua Pokmaswas Laut Biru Batu Besar Nongsa Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejak limbah hitam mencemari perairan Nongsa, Batam berimbas pada sumber penghasilan masyarakat nelayan sekitar. 

Selain nelayan, pengelola wisata juga turun terancam lantaran tak ada warga yang berlibur ke pantai.

Limbah telah mengancam kehidupan masyarakat setempat. Meski cemaran limbah telah berangsur-angsur hilang, namun dampaknya memilik jangka panjang. 

“Sangat berkurang. Dan tangkapan ikan menurun smpai 90 persen. Kami nelayan tempatan di sini sudah tak mau melaut kemana, hampir diseluruh perairan Batam kena imbas,” ujar Ketua Pokmaswas Laut Biru Batu Besar Nongsa, Muhammad Idris kepada Tribun, Minggu (7/5/2023).

Kata dia, ia selaku ketua forum kelompok usaha bersama (KUBE) Kelurahan Batu Besar Nongsa Bina Batam Madani telah melaporkan persoalan ini pada pemerintah kota dan provinsi.

Baca juga: Hutan di Nongsa Batam Terbakar, Kapolsek Ingatkan Warga Bahaya Kathutla

Nelayan lokal telah mengeluhkan persoalan minimnya tangkapan ikan pasca cemaran limbah. 

Nelayan yang biasanya dapat membawa pulang hasil tangkapan antara 10 hingga 20 kg. Kini sudah tak lagi ada. 

“Tentu pak. Biasanya kami masih bisa dapat hasil tangkap 10 sampai 20 kilo perhari, ada ikan karang, kepiting, sotong. Sekarang sudah tak ada, ini sudah hampir sepekan berlangsung,” beber Idris bercerita. 

Diakuinya, imbas dari cemaran limbah tak hanya berdampak pada kehidupan nelayan namun juga pada Pengelolah wisata, pantai. 

Akibat cemaran limbah, tak ada warga pengunjung yang mengunjungi pantai. 

“Destinasi usaha pariwisata di sekitar kami berkurang drastis. Wisatawan tak ada yang datang untuk berenang. Bisanya ramai, apalagi weekend, ada yang bawa keluarga, tapi sekarang sepi mendadak,” kata Idris. 

Menurut dia, pengunjung enggan berlibur ke pantai lantaran limbah membawa dampak buruk pada kesehatan pengunjung. Sebab, limbah dapat membahayakan kesehatan.

“Itulah yang menjadi keluhan kami pak, sudah sepekan terakhir sejak limbah menghitamkan laut kami,” curhat Idris. 

Mewakili masyarakat Nongsa, sebagai ketua Pokmaswas Nongsa ia berharap pemerintah dapat segera mengatasi dan memberikan solusi atas kejadian yang melanda kehidupan masyarakat setempat. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

 

 

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved