Selasa, 14 April 2026

TIPS

TRIK Lolos Wawancara Kerja, Lakukan 3 Cara Ini agar Dapat Pekerjaan Idaman

Selain resume dan keterampilan, wawancara kerja juga menentukan proses perekrutan oleh perusahaan.

GRID.id
INTERVIEW - Inilah tips jitu lolos wawancara kerja. FOTO: ILUSTRASI 

TRIBUNBATAM.id - Proses perekrutan tenaga kerja selalu disertai dengan wawancara oleh perusahaan yang merekrut.

Para pencari kerja harus pandai dan mengetahui tips yang baik agar bisa lolos seleksi dan diterima kerja.

Pasalnya, selain resume dan keterampilan, wawancara kerja juga menentukan proses perekrutan oleh perusahaan.

Menurut founder and CEO of Workhap Sho Dewan, proses perekrutan sebenarnya jauh lebih subyektif daripada yang kamu pikirkan.

“Saya telah membantu ribuan orang mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi, inilah kebenaran tentang siapa yang benar-benar dipekerjakan saat wawancara kerja,” kata Dewan seperti yang dilansir dari kompas.com, Rabu (10/5/2023).

Dewan mengatakan, dirinya menghabiskan lebih dari lima tahun bekerja di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), perekrutan sebelum menjadi CEO, hingga memulai Workhap, bisnis pembinaan karir.

“Sering sekali ini bukan tentang pengalaman kamu, dan lebih banyak tentang bagaimana kamu membuat manajer perekrutan merasa (berkesan) selama dan setelah wawancara kerja,” kata Dewan.

Baca juga: Biar Lolos Seleksi Rekrutmen BUMN 2023, Simak Tips Wawancara yang Benar

Baca juga: 7 Cara Menjawab Pertanyaan Wawancara Beasiswa beserta Contohnya

Dia mengungkapkan, kompatibilitas dan koneksi pribadi dibangun dapat membuat dan juga menghancurkan peluangmu untuk bekerja dengan gaji tinggi.

Jadi, jika kamu terus-menerus mendapatkan wawancara tetapi tidak ada tawaran pekerjaan, inilah saran terbaik dari Dewan:

  • Bersikap profesional dan seimbang

Kamu harus menganggap rapat itu serius dan bersikap profesional.

Tapi ingat bahwa wawancara kerja juga bisa membuat stres bagi pemberi kerja.

Untuk memudahkan, fokuslah untuk mengembangkan hubungan yang baik.

Seorang bos menginginkan seseorang yang dapat melakukan pekerjaan, tetapi mereka juga menginginkan anggota tim yang membuat mereka merasa nyaman.

Pada akhirnya, mereka lebih suka dengan seseorang yang menurut mereka akan mereka nikmati selama delapan jam sehari daripada kandidat yang lebih berpengalaman.

“Untuk mengurangi kegugupanmu, cobalah melihat wawancara sebagai interaksi sehari-hari yang biasa, seperti saat kamu sedang berbicara dengan teman baru. Temukan keseimbangan antara merasa percaya diri dan merasa sombong,” kata Dewan.

  • Jangan memberikan jawaban datar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved