INFO CUACA

Info Cuaca Pulau Bintan, Senin 22 Mei 2023 Diperkirakan Hujan dan Bisa Disertai Petir

BMKG RHF Tanjungpinang merilis kondisi cuaca di wilayah Pulau Bintan hari ini, Senin 22 Mei 2023.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak |
Istimewa Via TribunSumsel.com
ILUSTRASI. Wilayah Pulau Bintan diperkirakan diguyur hujan ringan hingga sedang hari ini, Senin 22 Mei 2023. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang merilis kondisi cuaca di wilayah Pulau Bintan hari ini, Senin (22/5/2023).

Sebagian wilayah Pulau Bintan berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang.

Hujan skala lokal yang berpotensi lebat ini, diprediksi akan turun pada pagi, siang dan dini hari yang disertai petir.

Wilayah Pulau Bintan ini, termasuk Tanjungpinang, Kijang, Lagoi, Tanjung Uban dan sekitarnya.

Adapun arah kecepatan angin bertiup dari timur - selatan berkisar 05 – 20 km/jam dengan suhu 25 – 32°C dan kelembapan udara 65 – 95 persen.

Untuk ketinggian gelombang signifikan di perairan Tanjungpinang 0.5 – 1.25 meter, Perairan Batam 0.5 – 1.25 meter, Perairan Karimun 0.5 – 1.25 meter, Perairan Bintan 0.5 – 1.25 meter, Perairan Lingga 0.5 - 1.25 meter, Perairan Anambas 0.5 - 1.25 meter dan Perairan Natuna 0.5 - 1.25 meter.

Prakirawan BMKG, Robbi A Anugrah menyampaikan, El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terupdate dikategorikan El Nino lemah, dimana Indeks Nino 3.4 berkisar +0.57 dan diprediksi akan adanya peluang El Nino disemester II 2023.

Baca juga: LIMA Trik Cegah Kejahatan dan Gangguan Kamtibmas dari Polsek Sekupang Batam

Untuk Indian Ocean Dipole (IOD) terupdate dikategorikan netral, dimana Indeks Dipole Mode berkisar -0.26 dan diprediksi kondisi IOD positif hingga akhir tahun 2023.

Madden-Julian Oscillation (MJO) update tanggal 18 Mei 2023 aktif di Fase 6. Sehingga pada fase tersebut diprediksi akan terjadi pengurangan aktivitas konvektif/ potensi awan hujan di wilayah Indonesia bagian Barat.

"Analisis cuaca skala global (ENSO, IOD, dan MJO) tidak memberikan dampak signifikan untuk peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Pulau Bintan," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Senin (22/5/2023).

Namun, kondisi SST yang hangat dapat meningkatkan pasokan uap air di atmosfer yang mendukung pembentukan awan konvektif. 

Aliran udara di sekitar wilayah Pulau Bintan didominasi oleh adanya belokan angin (shearline) dan pertemuan angin (konvergensi) yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. 

Analisis cuaca skala lokal yakni kondisi RH yang masih cenderung cukup basah dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif. 

Kondisi labilitas atmosfer (SI, LI dan KI) cenderung labil kuat menunjukkan potensi terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb).

"Waspada adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menimbulkan cuaca buruk secara tiba-tiba seperti hujan dengan disertai petir dan angin kencang," jelasnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved