KHAZANAH ISLAM

Sejarah Perjalanan Haji Orang Indonesia Masa Lalu yang Tak Sekadar Tunaikan Ibadah

Perjalanan haji masa lalu sangat berat dan memakan waktu lama, bisa mencapai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dan pergi haji tak sekadar ibadah

TRIBUNTIMUR.COM/ISTIMEWA
Ilustrasi - Perjalanan haji masa lalu sangat berat dan memakan waktu lama, bisa mencapai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dan pergi haji masa lalu tak sekadar ibadah semata 

TRIBUNBATAM.id - Setiap Muslim tentu mendambakan ke Tanah Suci Makkah untuk berhaji atau umrah.

Haji adalah salah satu rukun Islam, yang dilaksanakan sekali seumur hidup bagi seseorang yang dewasa fisik dan finansial.

Ibadah haji cukup dilakukan sekali, dan bila lebih dari sekali merupakan ibadah tersebut menjadi sunah.

Seperti kita tahu, setiap tahun Indonesia menjadi salah satu negara yang menyumbang jemaah haji terbanyak ke Arab Saudi.

Dan tahun 2023 ini, sejumlah kelompok terbang atau kloter haji telah berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan Ibadah haji. 

Berbicara tentang haji, apakah Anda tahu kapan pertama kali orang Indonesia naik haji dan siapa orang pertama naik haji?

Menurut buku Naik Haji di Masa Silam, catatan pertama tentang haji muncul di akhir abad ke-15.

Itu adalah tentang kisah Hang Tuang atau Laksamana Melaka, sekitar tahun 1482.

Meski begitu, versi lain tentang sosok orang Indonesia pertama yang pergi haji ada beberapa.

Baca juga: Tribun Batam Podcast Hari Ini Bahas Pelaksanaan Ibadah Haji 2023

Baca juga: Khaidir Ditunjuk Jadi Plh Sekda Natuna Selama Boy Wijanarko Jalankan Ibadah Haji

Sosok itu adalah Pangeran Abdul Dohhar, putra dari Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Banten.

Pangeran Abdul Dohhar pergi haji pada tahun 1630.

Ia berangkat bersama rombongan pedagang dan ulama dari Nusantara, yang menggunakan kapal layar sebagai alat transportasi.

Perjalanan haji pada masa itu sangat berat dan memakan waktu lama, bisa mencapai berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Pangeran Abdul Dohhar harus melewati beberapa tempat sebelum sampai ke Makkah, seperti Aceh, India dan Yaman.

Di setiap tempat, ia harus berganti kapal dan menghadapi berbagai risiko, seperti penyakit, perompakan, perang dan lain-lain.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved