DISKOMINFO LINGGA
Upaya Pemkab Atasi Banjir di Lingga, Gesa Pembangunan Drainase
Bupati Lingga menggesa pembangunan drainase sebagai upaya untuk mengatasi banjir di Lingga.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Lingga kembali melanjutkan proyek penataan wajah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.
Tidak hanya jalan yang dilakukan perbaikan, kali ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bakal membangun drainase mayor.
Tujuannya untuk mengatasi permasalahan banjir yang selama selama ini menjadi langganan di jalan Dabo Singkep.
Bupati Lingga, Muhammad Nizar turut hadir memantau lokasi pembangunan drainase tersebut, di Implementasikan Dabo, Selasa (30/5/2023).
Dia menyebutkan, proyek pembangunan di wilayah kota dabo singkep ini menggunakan anggaran APBD tahun 2023 sebesar Rp 4,5 miliar.
“Ini kita melanjutkan proyek tahun 2022 lalu dari depan Masjid Az-zulfa yang dibawa sampai ke implasmen. Dengan anggaran kurang lebih Rp4,5 miliar menggunakan anggaran APBD tahun 2023,” kata Muhammad Nizar.
Pria 41 tahun ini menjelaskan, dari zaman Lingga menjadi Kabupaten sampai saat ini belum ada penanganan terkait masalah banjir di kota Dabo Singkep.
“Tahun 2023 ini kita akan melakukan perbaikan jalan termasuk drainase untuk masalah banjir. Dimana tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada solusinya, mudah-mudahan ini menjadi jawaban atas doa-doa masyarakat terkait masalah banjir,” jelas Bupati Lingga.
Menurut Muhammad Nizar, Pemerintah Kabupaten Lingga terus bergerak pelan tapi pasti, untuk beberapa program kegiatan yang menjadi atensi dari pada masyarakat Kabupaten Lingga.
Dia menuturkan, ini bentuk keseriusan pemerintah Kabupaten Lingga untuk menyelesaikan beberapa atensi pembangunan dari masyarakat Kabupaten Lingga.
"Mudah-mudahan ini jawabannya,” ujarnya.
Untuk pengerjaannya akan dimulai hari ini, meski proyek pembangunan ini merupakan tahap awal, Muhammad Nizar berharap pengerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai hari kalender yang telah ditentukan.
“Dan kepada masyarakat saya memohon maaf mungkin beberapa bulan ke depan jika nanti ada mengganggu atau menghambat aktivitas masyarakat dengan pekerjaan yang kita laksanakan hari ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kadis PUTR Lingga Novrizal mengatakan, bahwa tiga item ini salah satunya masalah penanganan banjir.
Untuk memulainya, tembok implasmen ini harus dirobohkan karena menyangkut estetika kota.
“Ketika ini kita benahi tentunya kota tersebut akan terlihat lebih indah, karena jika dibiarkan akan mengganggu pemandangan,” pungkasnya.(TribunBatam.id/Febriyuanda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Cara-Bupati-Lingga-atasi-banjir.jpg)