Kogabwilhan I Bantu Benih dan Pupuk, Lingga Genjot Produksi Semangka
Pemerintah Kabupaten Lingga bersama Kogabwilhan I mulai mengembangkan budidaya semangka di lahan pertanian Desa Malar, Kecamatan Lingga
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus digencarkan.
Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga bersama Kogabwilhan I mulai mengembangkan budidaya semangka di lahan pertanian Dusun Malar, Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kamis (14/5/2026).
Penanaman benih semangka tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Armia, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pertanian lokal.
Program itu merupakan hasil sinergi antara Pemkab Lingga dengan Kogabwilhan I yang mendapat dukungan langsung dari Kunto Arief Wibowo.
Pangkogabwilhan I, Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo sebelumnya sempat mengunjungi Kabupaten Lingga dan memberikan perhatian terhadap pengembangan ketahanan pangan di daerah tersebut.
Armia mengatakan budidaya semangka sebenarnya sudah lebih dulu dicoba secara mandiri dan memberikan hasil yang cukup menjanjikan.
“Sebelumnya kami sudah menanam sekitar 2 ribu benih semangka dan telah dipanen dengan hasil sekitar 4 ton semangka yang dipasarkan di wilayah Kabupaten Lingga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dukungan dari Kogabwilhan I tidak hanya berupa benih semangka, tetapi juga bantuan pupuk organik cair (POC), obat-obatan pertanian hingga berbagai peralatan perkebunan.
Menurut Armia, lahan ketahanan pangan yang saat ini sedang diolah akan ditanami sekitar 5 ribu batang semangka di area seluas kurang lebih dua hektare.
Tak hanya fokus pada semangka, kawasan pertanian tersebut juga dikembangkan untuk berbagai komoditas lainnya seperti:
- nanas
- ubi
- durian
- jagung
- kelapa
- bawang daun
- tomat hingga
- cabai rawit.
“Lahan sekitar lokasi ketahanan pangan ini kita tanami berbagai jenis tanaman untuk mendukung ketahanan pangan. Pemupukannya juga menggunakan pupuk organik cair bantuan dari Jenderal Kunto Arief Wibowo,” jelas Armia.
Ia menerangkan, pupuk organik cair tersebut terlebih dahulu difermentasi selama 20 hari sebelum digunakan.
Setelah proses fermentasi selesai, satu liter POC dapat dicampur dengan air hingga menghasilkan sekitar 20 liter cairan pupuk.
Melalui program ketahanan pangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lingga berharap hasil pertanian lokal mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pasar masyarakat di daerah. (TribunBatam.id/Febriyuanda)
| Korban Puting Beliung di Tanjung Kelit Terima Bantuan Sosial dari Polres Lingga |
|
|---|
| Awang, Nelayan Korban Kebakaran di Lingga Terima Bantuan Sembako dari Polsek Senayang |
|
|---|
| Angin Puting Beliung Terjang Tanjung Kelit Lingga, Warga Gotong Royong Bersihkan Puing Bangunan |
|
|---|
| Angin Puting Beliung Rusak 80 Rumah di Tanjung Kelit, BMKG Minta Warga Lingga Waspada Curah Hujan |
|
|---|
| Angin Puting Beliung di Lingga Rusak Rumah Warga, PLN Kebut Perbaikan Jaringan di Tanjung Kelit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pemkab-Lingga-garap-lahan-tanam-semangka.jpg)