Jumat, 12 Juni 2026

BERITA KRIMINAL

PEMBUNUHAN DI BALI, Seorang Tukang Parkir Dikeroyok 10 Remaja hingga Tewas

Seorang tukang parkir tewas dikeroyok 10 orang yang sedang mabuk di Bali. Para pelaku didominasi anak-anak remaja yang masuk berstatus siswa SMP.

Tayang:
Net
Ilustrasi pengeroyokan. Seorang tukang parkir di Bali tewas dengan sejumlah luka tusukan akibat dikeroyok oleh 10 remaja yang didominasi oleh para siswa SMP. 

TRIBUNBATAM.id, DENPASAR - Seorang tukang parkir di Bali tewas dengan sejumlah luka tusukan akibat dikeroyok oleh 10 remaja yang didominasi oleh para siswa SMP.

Juru parkir bernama Yohanes Naikoi (33) itu ditemukan tewas di Jalan Dewi Madri, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Minggu (4/6/2023).

Pengeroyokan itu bermula karena para pelaku tidak terima korban membalas tendangan yang dilakukan salah satu pelaku dari atas motor.

Para pelaku melakukan aksinya saat di bawah pengaruh alkohol usai menggelar pesta minuman keras (miras) di sebuah bar di Denpasar.

"Berawal korban ditendang saat berjalan oleh pelaku MU yang sedang naik motor bersama-sama temanya sehabis minum-minuman beralkohol. Karena hal tersebut korban melempar batu ke arah pelaku yang mana membuat pelaku marah dan mengajak teman-temannya untuk mengeroyok dan menganiaya korban yang mengakibatkan korban meninggal," kata Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Denpasar, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, Selasa (6/6/2023).

Ia mengatakan, para pelaku yang ditangkap itu terdiri dari dua orang berusia dewasa yakni berinisial MI (19) alias Krisna, dan GKKB (19).

Baca juga: KECELAKAAN KERJA DI BATAM, Seorang Karyawan PT KTU Sagulung Tewas Kesetrum

Sementara delapan di antaranya masih berusia di bawah umur, yakni HER (18), RIS (17), DIM (17), AN (17), MU (15), ZEN (15), CAL (15), dan RI (15).

Kronologi kejadian Bambang mengungkapkan, peristiwa ini berawal dari para pelaku menggelar miras jenis arak Bali di sebuah bar di Denpasar dari pukul 01.00 Wita hingga pukul 03.00 Wita, Minggu (4/6/2023).

Sepulang dari bar, mereka melintas di Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, dengan mengendarai empat sepeda motor saling berboncengan.

Di jalan satu arah itu, para begundal yang kebanyakan masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini mengendarai sepeda motor sejajar menuju ke arah timur.

Kemudian, mereka berpapasan dengan korban yang sedang berjalan kaki di sebelah kiri jalan.

Secara tiba-tiba, MUJ yang berboncengan dengan Krisna menendang korban tanpa alasan.

Korban kesal kemudian membalas dengan melempari para pelaku dengan batu yang mendarat di punggung ZEN.

Mendengar ZEN teriak kesakitan, para pelaku langsung berbalik arah untuk mengejar korban yang berlari ke area halaman kantor TVRI.

Ditangkap Lalu, para pelaku memarkir sepeda motor di pinggir jalan sembari menunggu korban keluar dari halaman kantor TVRI.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved