BATAM TERKINI
1.214 PMI Ilegal Dideportasi dari Malaysia Lewat Kepri, Ada yang Ngaku Dipaksa Jadi PSK
1.214 Pekerja Migran Indonesia yang masuk ke Malaysia secara ilegal. Ada PMI ilegal yang dipulangkan tersebut dipaksa menjadi PSK di negeri orang.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Malaysia mendeportasi 1.214 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk ke Malaysia secara ilegal.
1.214 PMI ilegal yang dideportasi dari Malaysia lewat Kepri tersebut terdiri dari 793 pria dan 401 wanita serta 9 anak laki-laki serta 11 orang anak perempuan.
Kebanyakan para PMI ilegal yang kena deportasi itu berasal dari NTB, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Aceh serta Jawa Tengah.
“Semuanya PMI non prosedural. Tidak memiliki dokumen,” ujar Kepala BP3MI Kepri, Kombes Pol Amingga kepada Tribun Batam, Minggu (11/6/2023).
Kombes Pol Amingga mengatakan, para PMI yang dideportasi, selain bermasalah dengan dokumen lantaran masuk secara ilegal ada juga yang terlibat kasus kriminal.
“Yang paling dominan memang karena dokumen. Permasalahan dokumen sendiri tak hanya sebatas karena tak punya paspor, namun karena masuk melalui jalur tidak resmi. Dan ada juga bekerja tanpa miliki visa kerja dan overstay. Selain itu juga ada yang terlibat kasus kriminal,” ungkapnya.
Baca juga: JADWAL dan Harga Tiket KMP Bahtera Nusantara 01 Tujuan Natuna hingga 18 Juni 2023
Untuk kasus kriminal, seperti terlibat pencurian, ada juga yang menjadi pengedar narkoba dan perjudian.
Parahnya lagi, untuk PMI wanita ada yang menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).
“Yang berangkatnya non prosedural biasanya ditipu oleh calo/sponsor yang menjanjikan kerja di salon atau di SPA massage. Namun faktanya ada yang dipaksa untuk melayani pengunjungnya. Nah ini yang akhirnya mereka sebagai korban TPPO,” kata Kombes Pol Amingga.
Sementara itu sebelumnya, seorang PMI ilegal korban TPPO mengungkapkan kepedihan yang dialaminya menjadi budak seks di negara Kamboja.
Kepada Tribun Batam, ia mengaku pertama kali ia tertarik ditawarkan pekerjaan yang menggiurkan dengan imbalan jasa yang besar.
Namun faktanya, perlakuan keji menjadi bagiannya.
Ia justru menjadi korban pelecehan seksual, bahkan ia diperjualbelikan kepada beberapa majikan.
Selain itu, ia juga menjadi pemeran dalam memproduksi konten film dewasa.
Tak Cuma Deportasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/11062023PMI-non-prosedural.jpg)