Minggu, 12 April 2026

BATAM TERKINI

JAWABAN DKPP Batam Soal 500 Ekor Sapi Masuk dari Kupang NTT Diduga Tanpa Dokumen

Kepala Dinas KPP Batam, Mardanis menjawab polemik terkait kedatangan 500 ekor sapi asal Kupang, NTT yang diduga tidak dilengkapi dokumen.

TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis menjelaskan polemik masuknya 500 ekor sapi dari Kupang, NTT yang diduga tidak dilengkapi dokumen. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Lima ratus ekor sapi yang didatangkan dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat menuai polemik karena diduga tidak disertai dengan dokumen yang lengkap.

Polemik antara Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam dan Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) Batam ini pun telah dijawab oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis.

Pihaknya menjamin, seluruh persyaratan dokumen yang sebelumnya dinyatakan kurang, kini telah dilengkapi oleh HKTI Batam.

Sapi-sapi tersebut kembali menjalani uji lab, serta telah dilengkapi surat keterangan yang sesuai dengan aturan Karantina Pertanian.

"Memang benar ada dokumen yang tidak lengkap, tapi itu cuma masalah persepsi saja, intinya miskomunikasi. Saat ini sudah dilengkapi," ujar Mardanis ketika ditemui di kawasan Batam Center, Batam, Selasa (13/6/2023).

Ia menjelaskan, dokumen yang sebelumnya tidak lengkap adalah Sertifikat Kesehatan Hewan (KH11) dari daerah asal.

Dokumen lainnya yaitu hasil pemeriksaan laboratorium untuk kasus penyakit Jembrana dan Anthrax.

Namun, NTT merupakan daerah yang tergolong hijau tanpa temuan kasus penyakit pada hewan ternak, sehingga dokumen yang diperlukan cukup dilengkapi dengan surat keterangan saja.

Baca juga: Kronologis Perampokan Bos Money Changer di Batam, Pelaku Sempat Borgol Korban

"Itu saat ini sudah dilengkapi oleh pihak HKTI Batam," ujar Mardanis.

Saat ini, sapi-sapi tersebut telah dikarantina di kawasan Shangrila, Sekupang, Batam selama dua sampai tiga hari sejak tiba di Batam.

Keputusan melakukan karantina di Batam disebutnya sebagai bentuk kelonggaran, mengingat perjalanan yang ditempuh hewan ternak dari Kupang cukup panjang.

"Sapi sampai di sini setelah melalui delapan hari perjalanan. Ini juga memengaruhi kondisi sapi. Kalau dikembalikan, takutnya ada hewan yang mati di perjalanan," tambahnya. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved