Sabtu, 9 Mei 2026

BATAM TERKINI

Pejabat dan Siswa Nonton Bareng Peluncuran SATRIA 1 di Stasiun Bumi Batam

Sejumlah pejabat dan siswa sekolah menyaksikan peluncuran Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) lewat acara nonton bareng di Stasiun Bumi Batam.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Para peserta nobar peluncuran Satelit Satria 1 mengikuti proses peluncuran Satelit di Stasiun Bumi Batam dekat SMAN 1 Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) telah resmi diluncurkan, di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

Peluncurannya disaksikan secara daring oleh jajaran perangkat daerah, beserta siswa sekolah dari 11 wilayah Indonesia yang menjadi stasiun bumi tempat komunikasi peluncuran SATRIA-1.

Kota Batam merupakan salah satu lokasi di mana turut digelar acara nonton bareng (nobar) peluncuran SATRIA-1, tepatnya di Stasiun Bumi Batam dekat SMA Negeri 1 Batam.

Sejak subuh, para peserta nobar sudah tiba di lokasi stasiun bumi.

Acara nobar ini didahului dengan salat subuh berjamaah, kemudian sekitar pukul 5:15 WIB, roket pun mulai diluncurkan dan dipertontonkan lewat layar telekomunikasi di Batam.

Para peserta menyaksikan dengan harap-harap cemas peluncuran satelit tersebut.

Di setiap pelepasan mesin roket yang mengantarkan SATRIA-1 ke angkasa, terdengar riuh tepuk tangan dari peserta yang hadir.

Pada akhirnya, peluncuran yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit itu berjalan dengan lancar.

Baca juga: Perbaikan Pipa Induk Bocor Telah SelesaI, ABH Pastikan Air Mulai Mengalir 

Masing-masing perwakilan dari stasiun bumi daerah pun menyatakan kelegaan dan harapannya akan peluncuran SATRIA-1.

Di antara para peserta nobar, hadir Asisten I Pemprov Kepri, T. S. Arif Fadillah, yang mewakili Gubernur Kepri, beserta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri, Hasan, dan juga jajaran TNI Polri.

Arif Fadillah mengungkapkan, wilayah 3T di Kepri yang terdiri dari kurang lebih 2.408 pulau, berbatasan dengan negara tetangga, sehingga sangat membutuhkan akses internet. Selama ini, kesulitan mengakses jaringan internet dirasakan dampaknya bagi semua lapisan masyarakat di wilayah 3T Kepri.

"Semua sangat membutuhkan. Contohnya saat Covid-19 kemarin, anak-anak kesulitan belajar karena nggak ada akses internet, atau nelayan-nelayan susah dihubungi karena tidak ada sinyal," ujar Arif.

SATRIA-1 sendiri, setelah diluncurkan tidak bisa langsung berfungsi memancarkan sinyal internet. Diprediksi, pada minggu keempat bulan Desember 2023, satelit ini baru bisa digunakan, karena membutuhkan waktu kurang lebih 145 hari untuk sampai pada orbitnya.

Untuk mendukung agar sinyal internet dapat tersambung ke perangkat keras, Kepri sudah memiliki 77 base transceiver station (BTS) yang baru dibangun pada 2021 - 2022 lalu. Pembangunan BTS ini menjadi infrastruktur yang mendukung kegiatan telekomunikasi, khususnya di Kepri.

"Alhamdulillah, saya sangat terharu atas kesuksesan peluncuran SATRIA-1 ini. Kami dari Pemprov Kepri memang gencar mengajukan program terkait kemudahan akses internet ini," ujar Kepala Diskominfo Kepri, Hasan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved