Kamis, 23 April 2026

LIGA INDONESIA

PSSI dan Polri Berkomitmen Berantas Mafia Sepakbola, Ancaman Hukum Seumur Hidup

Federasi sepakbola Indonesia (PSSI) dan Polri berkomitmen memberantas mafia sepakbola dengan tujuan mewujudkan iklim sepakbola yang bersih.

PSSI
Federasi sepakbola Indonesia (PSSI) dan Polri berkomitmen memberantas mafia sepakbola dengan tujuan mewujudkan iklim sepakbola yang bersih. 

TRIBUNBATAM.id - PSSI dan Kepolisian Indonesia terus berkomitmen untuk memberantas mafia bola dengan segala macam bentuk tindakannya, seperti pengaturan skor atau match fixing.

Hal itu disampaikan dalam jumpa pers Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, Senin (26/6).

Erick Thohir menyampaikan terima kasih, mendukung, dan bersama-sama dengan Polri untuk memberantas pengaturan skor demi mewujudkan iklim sepakbola yang bersih di Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolri dan jajarannya terutama dengan dibentuknya tim satgas anti mafia bola yang sudah berjalan dari bulan Maret."

"Sejak awal saya dan pak Kapolri diinstruksikan oleh bapak Presiden agar menciptakan iklim sepakbola yang bersih. Karena ini penting buat juga kita mendorong liga kita menjadi nomor satu di Asia Tenggara dan terciptanya tim nasional yang bisa bertanggung jawab, sehingga meraih prestasi dengan baik,” jelas Erick.

PSSI, Polri dengan dibantu oleh FIFA juga telah menemukan indikasi adanya pengaturan skor oleh perangkat pertandingan.

“Kita temukan adanya indikasi pelanggaran ataupun kecurangan yang dilakukan oleh perangkat pertandingan."

"Dalam waktu dekat, saya perintahkan kepada satgas anti mafia bola untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan sesuai dengan data-data yang kami temukan,” ungkap Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Naikkan Pamor Wasit Nasional, PSSI dan JFA Seleksi Wasit Liga 1 dan Liga 2

Jenderal Listyo Sigit mengatakan langkah tersebut menjadi komitmen Polri dalam mendukung dan mengawal sepak bola Indonesia yang lebih fair.

“Komitmen Polri untuk mengawal dan mendukung kompetisi bola di Indonesia agar bisa berjalan dengan fair."

"Tidak ada lagi istilah pengaturan skor atau match fixing, dan tentunya kami membentuk satgas anti mafia bola di bulan Maret 2023." kata Listyo Sigit.

Menurutnya, pihaknya akan berkomitmen untuk memberantas tindakan pengaturan skor atau match fixing.

Listyo Sigit berharap kompetisi Liga 1 musim depan bisa berjalan lebih fair.

"Dalam perjalanan kompetisi sebelumnya yang sudah berakhir dan sebentar lagi ada kompetisi baru di bulan Juni nanti, saya berharap nanti menghasilkan kompetisi (Liga 1, 2 dan 3) yang fair dan menghasilkan atlet-atlet yang berkualitas."

"Tentunya siap untuk maju di laga nasional ataupun internasional,” sambungnya.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) disela-sela konferensi pers terkait Penegakan Hukum Match Fixing di kawasan SUGBK, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2023). Demi menjerat para pelaku atur skor PSSI menggandeng Polri telahj menyiapkan beberapa sanksi tegas secara hokum. Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) disela-sela konferensi pers terkait Penegakan Hukum Match Fixing di kawasan SUGBK, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2023). Demi menjerat para pelaku atur skor PSSI menggandeng Polri telahj menyiapkan beberapa sanksi tegas secara hokum. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved