Senin, 13 April 2026

PENGEMBANGAN PULAU REMPANG BATAM

RIBUAN Warga Rempang Batam Bakal Dipindah ke Kawasan Pemukiman Terpadu

Ribuan warga yang selama ini tinggal di Pulau Rempang Batam akan direlokasi ke pemukiman terpadu yang disiapkan terkait pembangunan proyek baru.

TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Sejumlah atlet saat bermain paralayang di Pulau Rempang, Kota Batam. Foto diambil pada 27 November 2021. Kini pemerintah sedang berencana membangun Pulau Rempang menjadi kawasan yang lebih maju. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - PT Makmur Elok Graha (MEG) akan menyiapkan sebuah kawasan pemukiman terpadu dengan berbagai fasilitas lengkap sebagai area relokasi ribuan warga Pulau Rempang yang terdampak rencana pembangunan proyek di Pulau ini.

Sebagaimana diketahui, Badan Pengusahaan (BP) Batam telah berencana bakal menjadikan Pulau Rempang sebagai The New Engine of Indonesian's Economic Growth dengan konsep "Green and Sustainable City".

Proyek itu rencananya akan dimulai Agustus 2023 mendatang bersama PT Makmur Elok Graha (MEG).

Nantinya, sebelum proyek dimulai, maka ribuan warga yang tersebar di sejumlah lokasi di Pulau Rempang akan direlokasi di sebuah tempat tinggal baru yang disebut sebagai kawasan pemukiman terpadu.

"Kami merupakan mitra dari BP Batam dan Pemko Batam dalam mengembangkan Pulau Rempang," ujar Komisaris sekaligus Juru Bicara PT MEG, Fernaldi Anggadha, beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: 6.840 Warga Pulau Rempang Batam Terancam Tergusur Proyek Baru BP Batam

Ia mengatakan, dalam pengembangan Pulau Rempang, BP Batam maupun Pemko Batam sangat aktif dalam menyerap seluruh aspirasi dari masyarakat Rempang.

"Kita (PT MEG) bersama BP Batam dan Pemko Batam sangat memperhatikan, bagaimana kepentingan dari warga di sana," ujarnya.

Sehingga ke depannya, PT MEG bersama BP Batam sudah menyediakan pemukiman terpadu.

Dimana, dalam pemukiman tersebut akan dilengkapi dengan pasar modern, sarana olahraga, sekolah dan lainnya.

"Supaya skala ekonomi dari warga Rempang sendiri naik," katanya.

Menurutnya, selama ini masyarakat Pulau Rempang hidup secara sporadik atau terpisah jauh dari satu keluarga dengan keluarga lainnya.

Begitu juga dengan pendapatan masyarakat dari berbagai profesi mulai dari nelayan hingga petani. 

"Ini sudah kita akomodir dan kita persiapkan perencanaan terbaik untuk warga di sana dan juga kita siapkan juga pusat pelatihan dan pendidikan. Supaya nantinya warga atau anak tempatan di Rempang Galang bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan Rempang," jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan yang dilakukan di Pulau Rempang sendiri tak lain adalah untuk masyarakat Rempang itu sendiri.

Sebab, PT MEG dan BP Batam tidak ingin masyarakat Rempang hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan ini.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved