Sabtu, 25 April 2026

OTT BASARNAS

Penyidik KPK OTT Pejabat Basarnas di Dua Lokasi, Amankan Sejumlah Uang

Juru Bicara KPK mengungkap OTT pejabat Basarnas dan swasta yang terjadi di dua lokasi, Selasa (25/7/2023) malam.

TribunBatam.id via KPK.go.id
OTT BASARNAS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan adanya OTT oknum pejabat Basarnas dan swasta di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi pada Selasa (25/7/2023) sekira pukul 14.00 WIB. 

TRIBUNBATAM.id - Nama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nasional atau Basarnas menjadi sorotan.

Tepatnya setelah penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada badan yang biasanya menjadi sorotan saat ada bencana.

Kepala Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengungkap, sedikitnya delapan orang diamankan dalam OTT Basarnas oleh KPK itu.

Mereka di antaranya pejabat Basarnas serta pihak swasta.

Penyidik KPK juga mengamankan sejumah uang dalam OTT Basarnas yang berlokasi di Jakarta Timur dan Bekasi pada Selasa (25/7/2023) sekira pukul 14.00 WIB.

Baca juga: Basarnas Natuna Gandeng PWI Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Anggota

"Betul terkait dugaan korupsi suap menyuap pada pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan TA 2023 di Basarnas RI," kata Kepala Pemberitaan KPK, Ali Fikri saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (26/7/2023).

Ali menyebut, para pelaku diduga telah menerima pembagian berupa fee dari nilai tersebut.

Namun, Ali tidak menjelaskan terkait nilai dari proyek dan pihak yang diduga melakukan penyuapan terhadap pelaku.

"Besaran fee sebesar 10 persen dari nilai proyek," tuturnya singkat.

Penyidik KPK menurut Ali masih mengonfirmasi kepada sejumlah pihak yang ditangkap.

Terkait perkembangan penyelidikan, KPK bakal melakukan konferensi pers pada Rabu (26/7/2023) malam ini.

Sesuai dengan aturan KPK terkait hasil penyelidikan akan diumumkan ke publik paling lambat 1x24 jam.

Baca juga: OTT KPK Walikota Bandung Yana Mulyana Terkait Suap Program Smart City

MENGENAL Basarnas

Melansir laman resminya, Lahirnya organisasi SAR di Indonesia yang saat ini bernama BASARNAS diawali dengan adanya penyebutan "Black Area" bagi suatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR.

Dengan berbekal kemerdekaan, maka tahun 1950 Indonesia masuk menjadi anggota organisasi penerbangan internasional ICAO (International Civil Aviation Organization).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved