Mengenal Bahaya Laten Tuberkulosis
Dokter umum UPT Puskesmas Baloi Permai Batam mengungkap bahaya laten tuberkulosis lewat Tribun Batam Podcast edisi Sabtu (29/7/2023).
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Waspada terhadap batuk terus menerus, bisa jadi itu gejala tuberkulosis (TBC).
Jerawat yang tumbuh bukan hanya karena bakteri dan kelebihan lemak.
Bisa saja jerawat yang tumbuh di dada misalnya adalah gejala penyakit ini.
Gejala - gejala yang mengarah kepada penyakit tuberkulosis (TBC) menjadi bahaya laten yang perlu diantisispasi.
Tema kali ini kita akan membahas lebih jelas seperti apa penyakit tuberkulosis.
Bersama narasumber dokter umum UPT Puskesmas Baloi Permai, dr Erna Juliana Silalahi dipandu host Tribun Batam, Nadya, pada edisi Tribun Batam Podcast, Sabtu (29/7/2023).
Berikut petikan wawancara eksklusifnya untuk Anda.
TB: Kemarin kan kita sudah bahas mengenai ISPA nih dokter, kali ini kita mau tahu lebih jauh dari istilah TBC, sebenarnya tuberkulosis itu apa sih dok, sama tidak dengan TBC?
EJ: Tuberkulosis itu kan kumannya, jadi TBC itu cenderung ke paru.
Karena kuman yang kita hirup masuk ke pernapasan dan masuk ke tenggorokan. Ada juga yang masuk ke aliran darah, itu disebut extra TB paru .
TB: Jadi bukan pernapasan aja ya dokter?
EJ: Dia lewat darah mengenai organ - organnya.
TB: Darah ini penyebarannya lewat jarum suntik atau bagaimana dokter?
EJ: Bukan, dia itu dari pernapasan ya, kumannya itu jalan masuk ke peredaran darah dan mengenai organ-organ.
TB: Kemudian gejala - gejalanya itu seperti apa sih dokter dari yang ringan sampai yang kronis?
EJ: Biasanya orang yang datang ke puskesmas itu biasanya batuk hampir dua minggu, berat badannya menurun, keringat dingin.
Kemudian ada yang sampai batuk berdarah, dan demam. Kita jumpai ada juga yang sesak napas.
TB: Kalau misalnya pasien TB itu kenapa dia bisa kena TB itu sendiri dokter?
EJ: Kadang - kadang kita itu tidak tau orang disekitar kita ada yang terkena TB, kemudian dia kontak dengan pasien TB.
Perumahan yang kumuh juga bisa jadi salah satu penyebabnya.
TB: Misalnya dokter ketemu dengan pasien yang terkena TB, itu langsung pakai masker atau gimana dok?
EJ: Tetap untuk pelayanan sekarang ini kita harus pakai masker.
Untuk di ruangan infeksi sendiri kita pakai masker untuk mencegah penularan.
TB: Secara kasat mata dok langsung bisa kelihatan tidak dok dia sudah terkena TB?
EJ: Iya langsung kelihatan, kalau ada di ruang tunggu kita temui pasien yang TB langsung kita dulukan pelayanannya.
TB: Nah dokter pasti kan sering nih menjumpai pasien TB.
Gimana sih cara dokter tetap menjaga daya tahan tubuhnya?
EJ: Makanan sehat kemudian jaga pola makan, pola tidur, aktivitas fisik. Jangan lupa juga minum vitamin.
TB: Laten tuberkolosis itu seperti apa dokter?
EJ: Jadi TB laten itu ada orang yang terkena infeksi kemudian yang tidak terinfeksi itu 60 sampai 70 persen, dan 40 sampai 30 persen itu orang terkena TB.
Lima sampai 10 persen orang penyakit TB, berarti dia 90 sampai 95 persen orang yang terinfeksi TB laten.
Tugas kita mencari orang yang terkena TB laten.
Di program pemerintah itu ada namanya kontak dengan pasien TB.
TB: Kalau pengobatan di puskesmas itu tentang pasien TBC ini membutuhkan perawatan ya, dok.
Misalnya dia perawatan sama sebulan terus tidak melanjutkan lagi, itu dia harus ulang lagi pengobatannya atau bagaimana?
EJ: Untuk pengobatan TB itu kan memang harus rutin minum obatnya.
Di akhir perbincangan dokter Erna mengajak masyarakat yang memiliki gejala tuberkolosis untuk segera periksa dini ke puskesmas terdekat.
Tayangan lengkap Tribun Batam Podcast edisi kesehatan ini bisa dilihat pada YouTube dan Facebook TribunBatamid.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Tribun-Batam-Podcast-edisi-kesehatan-Sabtu-29-Juli-2023.jpg)