Minggu, 3 Mei 2026

BATAM TERKINI

WARGA Perum Bukit Raya Batam Meradang, 5 Hari Mati Air Tanpa Bantuan Air

Sejumlah warga Perumahan Bukit Raya, Batam Center kesal karena sudah lima hari air di perumahan ini tak mengalir tapi tak mendapatkan bantuan air.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/FREEPIK.COM
Ilustrasi mati air. Sejumlah warga Perumahan Bukit Raya, Batam Center kesal karena sudah lima hari air di perumahan ini tak mengalir tapi tak mendapatkan bantuan air tangki dari PT Air Batam Hilir. 

Apalagi, perangkat RT sudah meminta bantuan air kepada Air Batam Hilir (ABH) sebagai pengelola air di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Hanya saja belum juga diberikan.

"Saya disuruh Pak RT juga telpon ke Air Batam Hilir untuk minta air. Supaya semakin banyak warga yang hubungi, semakin dipertimbangkan oleh ABH. Nyatanya udah hari kelima tetap saja tak mengalir," katanya.

Ia mengaku, sudah belasan tahun tinggal di Perumahan Bukit Raya, nyaris tidak pernah mengalami mati air dengan kurun waktu yang cukup lama.

Sejak dikelola oleh PT Air Batam Hilir, kasus mati air menjadi langganan di perumahan ini.

Pantauan Tribunbatam.id, hingga Senin (31/7/2023), air di Perumahan Bukit Raya masih tidak mengalir.

"Saya sebagai warga perumahan Bukit Raya kecewa sama pengelola suplai air bersih yang sekarang di tangani PT ABH dulu waktu masih ATB kita tak pernah mengalami mati air sampai berlarut-larut," ujarnya dengan nada meninggi.

Ia juga melanjutkan, mereka segera melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Air Batam Hilir.

Apabila pengelola air masih tidak mengalir.

Hal ini sudah didiskusikan dengan beberapa warga.

Hal yang sama juga dirasakan, Warga Perumahan Arira Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ali.

Ia bahkan rela, setiap pagi pergi kerja tidak mandi, agar kebutuhan air bersih untuk isteri dan anak-anaknya tercukupi.

Ironisnya, sudah 5 hari terakhir, air bersih di Perumahan Arira mengalir hanya saat dini hari.

Mulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Sehingga Ali juga rela harus begadang menampung air.

"Saya mandi pulang kerja malam hari saat mau tidur. Itupun begadang lagi buat isi air yang mengalirnya lebih besar air kencing kuda," kata pria yang memiliki 2 orang anak ini.

Saat dikonfirmasi Corporate Communication SPAM Batam, Ginda Alamsyah, mengaku pekerjaan perbaikan gangguan pada pompa intake di Inslatasi Pengolahan Air Duriangkang dan saat ini perbaikan masih dalam proses.

Selama pekerjaan perbaikan ini, akan berdampak pada gangguan pelayanan suplai air bersih berupa air kecil dan air terhenti untuk sementara waktu.

"Termasuk yang dialami daerah Bukit Raya. Sekarang ini team lagi berusaha memaksimalkan untuk perbaikan sehingga suplai kembali normal," katanya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved