Sabtu, 25 April 2026

AIR DI BATAM MATI

BREAKING NEWS, Merasa Kena PHP dari PT Air Batam Hilir, Warga Bukit Raya Batam Demo

Sejumlah warga Perumahan Bukit Raya Batam menggelar aksi demo karena merasa kena PHP oleh PT Air Batam Hilir soal bantuan pasokan air.

TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Di PHP oleh PT ABH, Warga Perumahan Bukit Raya unjuk rasa, Rabu (2/8/2023). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - PT Air Batam Hilir (ABH) tidak menepati janjinya memberikan 8 water tangki, ratusan Warga Perumahan Bukit Raya Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sepakat unjuk rasa, Rabu (2/8/2023).

Perangkat RT RW menunggu kedatangan watertangki hingga tengah malam pada Selasa (1/8/2023).

Ironisnya tak satupun watertangki tiba di Perumahan ini. Ada 1 watertangki tiba sekira pukul 01.00.

Namun lantaran tak sesuai dengan janjinya, watertangki tersebut dipulangkan oleh perangkat RT RW setempat.

Kekesalan warga Perumahan Bukit Raya memuncak mengingat selama 7 hari, suplai air mati total di Perumahan Bukit Raya Batam Center.

Bahkan air sumur bor di Masjid Al-Hikmah Bukit Raya sengaja dimatikan. Agar para warga ikut melakukan aksi unjuk rasa.

Baca juga: Kantor Perusahaan Air Bersih PT ABH Juga Mati Air Sejak 27 Juli 2023

Pantauan Tribunbatam.id, aksi ini diikuti kalangan emak-emak dan bapak-bapak. Ada juga para warga yang membawa anaknya.

Mereka tampak menggunakan beberapa mobil pick-up terbuka, mobil dan motor. Aksi ini diikuti beberapa perwakilan warga Blok C,D dan E.

Di dalam kompleks, mereka juga mengajak warga yang berada dirumah dan tidak memiliki aktivitas untuk turut ikut unjuk rasa.

Ada warga yang membawa galon kosong. Ada juga yang membawa ember dan handuk.

"Semalam di antar jam 1 pagi cuma 1 tangki air, kami suruh pulang," sesal Ketua RT 002 RW 038 Perumahan Bukit Raya Batam Center, Kota Batam Kepulauan Riau, Zuldhi.

Sebelumnya warga melakukan audiensi tertutup Warga Perumahan Bukit Raya, Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) bersama Perwakilan PT Air Batam Hilir (ABH) berlangsung kurang lebih selama dua jam pada Selasa (1/8/2023).

Satu persatu perangkat RT dan RW turun dari lantai 2 dan menggelar diskusi internal di Ruko yang berada sederetan PT ABH.

Ketua RT 002 Perumahan Bukit Raya Batam Center Kota Batam, Kepri, Zuldhi mengatakan ada beberapa solusi yang diberikan kepada warga.

Ada solusi jangka pendek dan jangka panjang. 

Hal ini mengingat distribusi air sudah mati selama 6 hari. Tepatnya mulai dari Kamis (27/7/2023) hingga Selasa (1/8/2023).

Adapun solusi jangka pendek yaitu, PT ABH mengirimkan 8 mobil water tangki pada Selasa (1/8/2023).

Dan hari berikutnya 5 water tangki per hari sampai pengerjaan distribusi air selesai.

Padahal warga Bukit Raya meminta 12 water tangki perharinya.

Namun PT ABH hanya menyanggupi 5 water tangki saja.

Padahal 5 tangki ini tidak mencukupi memenuhi kebutuhan warga sebanyak 550 Kepala Keluarga di Bukit Raya.

"Saya bilang ke Ginda makasih ya cuma berikan 5 perharinya. Ini bukan solusi sebenarnya tapi mau gimana lagi," katanya.

Untuk solusi jangka panjang, Perangkat RT RW meminta penambahan instalasi pipa air dan pembuatan pompa atau booster ke Perumahan Bukit Raya mengingat banyaknya pembangunan di lokasi ini.

"Itulah yang kami minta tadi," tuturnya.

Di tempat yang sama, Corporate Communication SPAM Batam, Ginda Alamsyah mengaku PT ABH hanya mampu mencukupi 8 untuk hari ini dan 5 untuk seterusnya setiap hari didistribusikan ke Perumahan Bukit Raya Batam Center.

Ia juga menyadari bantuan air ini hanya sesuai dengan kebutuhan, tidak bisa untuk mencukupi keseluruhan.

"Hanya untuk kubutuhan bukan untuk mencukupi," kata Ginda.

Pihaknya juga tidak bisa memastikan kapan pengerjaan kerusakan pipa intake ini selesai.

Lantaran pihaknya harus mendatangkan alat dari luar negeri, memerlukan waktu pemasangan alat dan normalisasi airnya.

Sementara untuk penambahan pipa instalasi air dan pompa atau booseter saat ini BP Batam sedang mempertimbangkan mengadakan peralatan tersebut.

Selain itu, BP Batam juga sedang menyelesaikan DAM Muka Kuning 2. 

Hal ini diharapkan bisa menghasilkan kekuatan dan volume air 350 Konversi Liter Per Detik (LPS).

Sehingga bisa menghandle kebutuhan air seluruh masyarakat Kota Batam.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," katanya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved