Selasa, 21 April 2026

BATAM TERKINI

Warga Buana Vista IV dan Gardan Raya Masih Tampung Air Saat Malam

Ironisnya lagi, di kedua perumahan ini mengalirnya hanya malam saja sejak lima tahun terakhir. Hal itu lantaran minimnya air bersih yang mengalir ke p

Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
MATI AIR DI BATAM 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Usai kasus kendalanya suplai air bersih di Perumahan Bukit Raya Batam Center, ternyata Warga perumahan Buana Vista IV dan Gardan Raya, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) terkendala suplai air bersih. Posisi kedua perumahan ini tak jauh dari Perumahan Bukit Raya.

Ironisnya lagi, di kedua perumahan ini mengalirnya hanya malam saja sejak lima tahun terakhir. Hal itu lantaran minimnya air bersih yang mengalir ke perumahan mereka. Bahkan, beberapa kali sempat mengalami mati total sejak pengolahan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam beralih kepengurusan. 

"Selama mati total, kami minta-minta sama yang hidup. Ada juga yang minta ke luar perumahan lain. Itu pun tengah malam juga karena mereka mengalirnya juga tengah malam," kata Seorang Warga Buana Vista Tahap IV, Yadi.

Diakuinya Buana Vista yang memiliki lahan cukup tinggi kerap kali tak mendapatkan aliran air bersih. Jika dapat, aliran air itu mengalir hanya pada malam hari. Mulai pukul 22.00 hingga 05.00 subuh. 

Air yang warga tampung pada waktu itu juga hanya dapat mencukupi kebutuhan selama satu hari. Alhasil, warga harus memutar otak untuk mendapatkan air bersih lainnya. 

"Sudah lama kondisinya begitu. Lima tahun terakhir itu sudah tidak normal. Sejak dipegang Moya ini tidak pernah hidup lagi," tuturnya. 

Ia melanjutkan, warga sangat merasakan kesusahan apabila air yang memiliki jumlah sedikit itu terhenti sehari saja. Misalnya beberapa waktu belakangan ini. 

Air ke perumahan Buana Vista malah mati total. Hal itu membuat warga resah dan harus meminta air ke tempat lain. 

"Beberapa hari kemarin air kami malah mati total. Sejak Bukit Raya unjuk rasa kemarin sudah mulai jalan. Tapi malam saja," sesalnya.

Hal serupa juga diucap dari warga lainnya, Dul Halim. Ia mengaku resah dengan kondisi tersebut karena air merupakan kebutuhan utama warga. 

"Kemarin sudah 5 hari tidak menetes air setetes pun," ucapnya. 

Menurutnya, hanya bagian ruko dari perumahannya yang mendapat aliran air. Sedangkan rumahnya tidak teraliri. Untuk memenuhi kebutuhan airnya itu,  ia harus meminta ke perumahan lain atau ke rumah keluarganya. 

Ia berharap, kondisi air di perumahannya itu tak berkelanjutan dan dapat segera diatasi oleh PT Air Batam Hilir sebagai pengelola SPAM. 

Sementara itu, Warga Perumahan Gardan Raya, Astri (43) juga mengaku hal yang sama. Sebelum membeli rumah di lokasi tersebut ia tak mengetahui kalau suplai air bersih mengalir hanya malam.

"Saya awalnya mengontrak rumah di Perumahan Bukit Raya. Airnya lancar-lancar saja bahkan tak pernah mati selama 2 tahun disana. Tapi waktu itu masih di kelola ATB," katanya.

Ia juga mengaku terkejut bahwa suplai air hanya mengalir di malam hari saja. Terpaksa ia membeli tandon air yang 1000 liter untuk stok air dirumahnya.

"Saya kagetlah disini airnya nyala malam saja. Sudah terbiasalah jadinya air mengalir malam sampai subuh jam 5 saja," tutur ibu 2 orang anak ini. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved