BATAM TERKINI
Tribun Batam dan BKKBN Grebek Stunting di Tiga Kecamatan di Batam
Kedatangan Satgas stunting itu disambut bahagia para penerima bantuan pangan. Meski tak banyak, namun warga yang menerimanya tampak senang.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua kendaraan pribadi itu beriring-iringan memasuki gang sejumlah perumahan di Batam, Rabu (30/8) siang. Beberapa Rulli disinggahi mereka untuk menyerahkan bantuan pangan.
Meski ditengah cuaca buruk, guyuran hujan tak menyurutkan semangat satgas stunting Batam untuk menyalurkan bantuan protein kepada penderita stunting di Batam.
Iya, mereka merupakan tim Satgas Stunting Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama TRIBUN BATAM yang dibingkai dalam program “Grebek Stunting”.
Kedatangan Satgas stunting itu disambut bahagia para penerima bantuan pangan. Meski tak banyak, namun warga yang menerimanya tampak senang.
Itu dirasakan sala seorang ibu rumah tangga, Ernita (40), warga Bengkong Bengkel RT 03 RW 08 Kelurahan Kamoung Seraya Batu Ampar.
“Terimakasih untuk rezekinya, alhamdulillah berkah buat anak saya,” uja Ernita penuh rasa Terimakasih.
Bagi Ernita, meski jumlahnya tak banyak namun itu sangat bermanfaat bagi keluarganya. Apalagi penghasilan sang suami hanya bertumbuh pada kerja serabutan, ditambah lagi kondisi sang anak yang sudah menderita sejak lahir.
Tak berlama-lama, tim Satgas Stunting pun langsung bergegas meninggalkan Rulli Ernita.
Masih terus menjangkau keluarga yang menjadi penerima bantuan pangan, jalan demi jalan hingga memasuki gang komplek perumahan terus disisir iring-iringan mobil Satgas Stunting, parahnya kendaraan diantara mereka ada yang nyaris terperosok.
Selain menggunakan kendaraan, jalan terjal yang lika-liku tak bisa dilalui kendaraan, satgas stunting pun memilih berjalan kaki untuk menjangkau Rulli yang berada di gang sempit.
Menggunakan payung ditengah guyuran hujan, tim satgas terus menghampiri rumah warga.
Ada enam titik rumah ditiga Kecamatan yang menjadi target dari Satgas Stunting untuk membagikan bantuan pangan, Kecamatan Bagu Ampar, Bengkong dan Lubuk Baja.
Adapun bantuan pangan yang diberikan merupakan protein hewani untuk mencegah tingginya angka stunting, telur dan susu.
"Alhamdulillah, kami bersama Tribun Batam berhasil mengumpulkan donasi dari para donatur yang kami sebut sebagai 'Kakak Asuh'. Dari donasi itu, kami bisa memberikan bantuan kepada beberapa 'Adik Asuh' di kecamatan Batu Ampar, Lubuk Baja dan Bengkong," ujar Anggota Satgas Stunting Kota Batam, Retris Fitri Miranda.
Bantuan tersebut diberikan kepada anak-anak yang dinilai berisiko mengalami stunting, atau gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi.
Para penerima bantuan yang disebut sebagai 'Adik Asuh' ini terutama terdiri dari anak-anak usia di bawah dua tahun.
"Protein hewani sangat bermanfaat untuk mencegah stunting pada anak. Kami harapkan dengan bantuan ini, anak-anak bisa mengonsumsi setidaknya dua telur dalam sehari. Bantuan ini akan terus kami berikan setiap bulannya selama enam bulan," kata Retris
Untuk menentukan siapa saja penerima bantuan, BKKBN dan Tribun Batam dibantu oleh forum posyandu dan penyuluh KB.
Bantuan dari para donatur atau yang kerap disapa Kakak Asuh ini merupakan yang pertama kalinya diberikan di Kecamatan Bengkong.
Penyuluh KB Kecamatan Bengkong, Defi Audriananda, mengucapkan apresiasi atas inisiatif BKKBN dan Tribun Batam dalam mencari donasi agar terwujudnya penyaluran bantuan ini.
Selama pemberian bantuan dalam waktu enam bulan ini, pihaknya juga bertugas memonitor perkembangan gizi anak-anak yang menjadi penerima bantuan. Monitoring ini dilakukan bersama-sama dengan posyandu dan juga puskesmas setempat.
"Kami harap bantuan ini bisa bermanfaat menurunkan angka stunting di wilayah Bengkong, dan juga Kota Batam. Mudah-mudahan ke depannya kegiatan ini terus berlanjut sehingga anak-anak lainnya juga bisa merasakan dampak positifnya," komentar Defi.
Di lokasi, tim mendapati penerima bantuan menangis terharu sambil menerima bantuan tersebut.
Ia adalah Malny Manafe, ibunda dari anak perempuan berusia 1,5 tahun bernama Aurel. Malny mengaku sangat terharu dan berterima kasih atas kepedulian para donatur akan kondisi kecukupan gizi anak keduanya itu.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih. Ini bantuan pertama yang pernah saya dapat," ucap Malny sambil terisak.
Pemberian bantuan di Kecamatan Bengkong kali ini merupakan pembagian kloter ketiga dari pendonatur yang disalurkan melalui Tribun Batam.
Sebelumnya, telah dilakukan pembagian serupa untuk anak-anak Kecamatan Batu Ampar dan Kecamatan Lubuk Baja. Total ada 23 anak di tiga kecamatan tersebut yang menjadi sasaran penerima bantuan.
Satgas Stunting, Retris menambahkan penyaluran bantuan pangan stunting ini tak lepas dari bantuan para pendonatur.
“Kedepan semoga banyak saudara saudara kita yang menjadi pendonatur, memberikan sedikit rezeki supaya kita bisa menekan angka stunting. Supaya Batam zero stunting,” ungkapnya.
Retris pun menjelaskan singkat, Stunting terjadi didominasi karena faktor ekonomi. “Stunting itu kekurangan gizi kronis yang sudah berlangsung lama. Sehingga memperlambat pertumbuhan dan perkembangan sang anak,” katanya.
Lantas ia pun menghimbau untuk orang tua, lebih care kepada anak, dan rajin ke Posyandu supaya terpantau. Ketika sudah ada potensi pertumbuhan dan perkembangannya jadi bisa diedukasi.
“Rajinlah ke Posyandu. Jangan malas ke Posyandu. Apalagi bagi ibu yang hamil, rutin periksa kehamilan. Ke bidan boleh, Puskesmas. Anak dari lahir sampai dua tahun itulah potensi stunting,” tutupnya. (TRIBUNBATAM.ID/bereslumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/KERJA-SAMA_.jpg)