Warga Lingga Curiga Ada Kejanggalan di Program BSPS, Minta APH Turun Tangan

Warga Lingga berharap APH turun tangan selidiki ada atau tidaknya indikasi kecurangan di program BSPS yang dikeluhkan warga saat ini

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Potret program BSPS di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri yang belum kunjung selesai dibangun 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Warga di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat ini tengah mengeluhkan terkait permasalahan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Khususnya bagi warga di wilayah Desa Mensanak, Tanjung Ambat, Nopong, Pulau Medang, Tanjung Lipat, dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Lingga.

Bantuan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini, sebelumnya mendapat apresiasi masyarakat.

Hal itu karena upayanya membantu masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak untuk ditinggali.

Namun di lapangan, sejumlah warga penerima program BSPS menemukan kejanggalan.

Kejanggalan muncul karena ratusan unit rumah dengan nilai sekitar Rp 20 juta per unit itu seharusnya telah selesai dikerjakan. Namun di lapangan, masih ada yang belum selesai.

Alasannya, karena terkendala pasokan material bangunan yang tidak mencukupi.

Baca juga: Anggota DPR RI Cen Sui Lan Berikan BSPS Senilai Rp 9,2 Miliar untuk Warga Kecamatan Buru

Informasi yang dihimpun dari warga setempat, mereka mendesak pihak aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan, agar bisa menyelidiki apakah ada indikasi kecurangan terkait pembangunan Rumah Sangat Sederhana yang merupakan bagian dari program BSPS ini.

Seorang warga Kecamatan Katang Bidare menyebutkan, rumah bantuan program BSPS seharusnya sudah selesai sepenuhnya.

"Namun tanpa alasan yang jelas, rumah-rumah tersebut terkesan ditinggalkan," kata seorang warga yang namanya tidak ingin disebutkan.

Bahkan lanjutnya, beberapa kayu yang digunakan sudah ada yang lapuk.

"Saya tidak tahu pasti mengapa mereka bekerja sembarangan tanpa mempertimbangkan nasib masyarakat yang menerima bantuan rumah program BSPS ini," ungkapnya, baru-baru ini.

Ia mengatakan, warga setempat berharap agar bahan material yang digunakan dalam pembangunan rumah ini memenuhi standar kualitas yang memadai.

"Agar dapat bertahan lama, dan pihak terkait tidak sembarangan dalam penggunaan kayu," tuturnya.

Warga berharap, permasalahan ini bisa dituntaskan.

Baca juga: Cen Sui Lan Tinjau Langsung Proyek Bedah Rumah 80 Unit dan Pamsimas di Lingga Kepri

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved