Selasa, 28 April 2026

Kadisdik Telepon Kepsek Buntut Tarik Sumbangan Satu Anak Rp 1,6 Juta VIRAL

Viral di medsos pelajar SMP diminta sumbangan Rp 1,6 juta per anak hingga Kadisdik bereaksi menelpon kepala sekolah.

TribunBatam.id/Istimewa
ILUSTRASI SUMBANGAN SEKOLAH VIRAL - Kadisdik menghubungi kepala sekolah buntut perminatan sumbangan sekolah Rp 1,6 juta per anak hingga viral di medsos. 

TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) langsung menghuhungi Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).

Ini terkait penarikan sumbangan setiap pelajar Rp 1,6 juta hingga viral di medsos.

Kadisdik Ponorogo, Nurhadi Hanuri mengklaim telah mengetahui sumbangan yang telah viral di medsos tersebut.

Pihaknya mengaku telah menghubungi Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo agar mengevaluasi ulang terkait sumbangan tersebut.

“Kemarin sudah saya WhatsApp (WA) kepala sekolahnya. Biar mereka (SMPN 1 Ponorogo) berpikir ulang, mana program yang esensial dan tidak,” ujar Nurhadi Hanuri, Jumat (29/9/2023).

Dia mengatakan bahwa jika tidak ada penangguhan pilihan direvisi. “ kalau memang harus direvisi ya direvisi, sehingga tidak ada yang meresahkan masyarakat,” sambungnya.

Nurhadi mengakui sumbangan tersebut justru menimbulkan berbagai persepsi lain, salah satunya terkait pungutan liar (pungli).

Untuk itu, ia juga meminta komite dan Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo agar melakukan revisi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Terlebih dalam sumbangan tersebut juga dianggarkan untuk peremajaan mobil sekolah.

“Yang namanya komite menyatakan sumbangan jangan menimbulkan persepsi pungutan. Harus didiskusikan komite dengan baik yang penting tidak ada pemaksaan antara orang per orang itu didalam memberi bantuan sendiri,” ujarnya.

Ia pun juga sempat mempertanyakan sejauh mana kepentingan membeli mobil baru.

Nurhadi menegaskan seharusnya sumbangan tersebut tidak memberatkan satu pihak.

“Jangan sampai memikirkan yang lain tetapi memberatkan. Dievaluasi dan didiskusikan demgan komite, skala prioritas apa program yang menunjang kepentingan peserta didik ke depan lahir anak-anak yang cerdas dan, kreatif,” pungkasnya.

Beredar di media sosial sebuah foto yang menunjukkan surat edaran pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Ponorogo, Jawa Timur meminta sumbangan ke siswa.

Dalam unggahan di akun media sosial @infopororogo, Jumat (29/9/2023), terlihat rincian berbagai kebutuhan yang diduga harus dibeli pihak sekolah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved