TANJUNGPINANG TERKINI
Catatan BKSDA Riau, Pulau Bintan Terdapat 25 Titik Lokasi Konflik Buaya
Polhut Penyelia dari BKSD Riau, Seksi Konservasi Wilayah II Batam, Apriyanto Kurniawan menuturkan, bahwa untuk di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bin
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.com, Tanjungpinang - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Wilayah ll Batam mencatat di pulau Bintan terdapat 25 titik lokasi konflik buaya.
Polhut Penyelia dari BKSD Riau, Seksi Konservasi Wilayah II Batam, Apriyanto Kurniawan menuturkan, bahwa untuk di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan ada puluhan titik konflik buaya.
Jumlah itu diketahui oleh mereka setelah melakukan identifikasi dan survei kelapangan.
"Jadi untuk di pulau bintan dari hasil identifikasi dan survei yang kami lakukan di tahun 2022 lalu ada penjumpaan 25 titik lokasi konflik buaya," terangnya.
Lanjutnya, dari puluhan titik itu, ada dua titik yang menjadi fokus dan perhatian bagi mereka.
Yakni di sekitaran perairan daerah Sei Jang, Kota Tanjungpinang, dan di perairan daerah Tembeling Kabupaten Bintan.
"Dua titik ini yang lebih mendalam kami pantau. Bukan berarti ditempat lain tidak kami pantau. Tetapi karena lokasi buaya paling banyak di dua lokasi ini untuk di pulau bintan," ungkapnya.
Apriyanto Kurniawan juga menambahkan, dengan banyaknys konflik buaya di lokasi perairan Sei Jang Kota Tanjungpinang, pihaknya bersama pihak kepolisian juga telah memasang plang himbauan rawan buaya.
"Begitu juga nanti di daerah perairan Tembiling, Kabupaten Bintan juga akan di pasang plang," ungkapnya.
Apriyanto juga tidak lupa mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga di perairan Sei Jang yang berdampingan dengan habitat buaya, di minta untuk tidak memberikan makan, membuang sisa makanan, dan bangkai atau apapun ke sungai.
"Supaya buaya-buaya itu kembali ke habitatnya di mangrove dan jauh dari pemukiman warga," tutupnya.(als)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/fkjahsas.jpg)