Rabu, 6 Mei 2026

PERANG HAMAS VS ISRAEL

Pasca Serangan Hamas ke Israel, Puluhan Mayat Mulai Dikumpulkan

Pasukan militer Israel mulai memindahkan jenazah warga sipil Israel dan pejuang Hamas dari kibbutz Kfar Aza, di selatan Israel dan berjarak 5 kilomete

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eko Setiawan
tangkapan layar Aljazeera
Pasukan militer Israel mulai memindahkan jenazah warga sipil Israel dan pejuang Hamas dari kibbutz Kfar Aza, di selatan Israel dan berjarak 5 kilometer dari perbatasan Gaza sebelah timur, Palestina. 

TRIBUNBATAM.id - Pasca Serangan Hamas ke Israel, sejumlah mayat mulai dikumpulkan. 

Mayat tersebut merupakan korban serangan Hamas beberapa waktu lalu.

Bahkan, lusinan mayat tersebut kini sudah di kumpulkan.

Pasukan militer Israel mulai memindahkan jenazah warga sipil Israel dan pejuang Hamas dari kibbutz Kfar Aza, di selatan Israel dan berjarak 5 kilometer dari perbatasan Gaza sebelah timur, Palestina.

Dikutip dari Aljazeera, lusinan mayat warga sipil Israel dan pejuang Hamas ditemukan di rumah-rumah yang terbakar, perabotan berserakan, dan mobil yang terbakar di lahan Kfar Aza.

Pada Selasa (10/10/2023) militer Israel membawa jurnalis asing melewati situs tersebut.

Ada seorang tentara berteriak agar para jurnalis menceritakan ke dunia apa yang terjadi dan mereka lihat di sini.

Sebuah komunitas pertanian yang letaknya 2 kilometer dari Gaza dan diduduki 400 orang, telah dibombardir tanpa henti selama berhari-hari.

"Banyak warga sipil, banyak dari (mereka) masih berada di rumah tempat mereka dibunuh," kata Charles Stratford dari Aljazeera.

Militer Israel menyebut ada banyak pekerja asing yang diyakini tewas dalam serangan mematikan ini. Mereka tewas terlempar ke luar rumah akibat besarnya ledakan peledak yang dihempaskan Hamas.

Mereka menyatakan bahwa pasukan Hamas menerobos pagar dengan menggunakan menggali tanah, kemudian membuka jalan bagi pasukan bersenjata lewat celah tersebut, menurut tentara Israel.

Pada Rabu ini, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan kepada tentara mereka di dekat pagar perbatasan bahwa apa yang dulu ada di Gaza tidak akan ada lagi.

"Apa yang dulu ada di Gaza tidak akan ada lagi," katanya.

"Kami memulai serangan dari udara, nanti kami juga akan datang dari darat. Kami telah mengendalikan area tersebut sejak Hari ke-2 dan kami melakukan serangan," lanjut dia.

Dikutip dari Aljazeera, dalam konflik Israel - Hamas Palestina yang terjadi sejak Sabtu (7/10/   ), tercatat pada Rabu (11/10/ 2023 ) telah menewaskan 950 penduduk Gaza, dan 5.000 orang terluka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved