Bentrok di Muntilan, Sepeda Motor Dibakar hingga Arus Lalu Lintas Sempat Macet
Dua kelompok terlibat bentrok di Muntilan, Minggu (15/10) sore. Dalam bentrokan itu, sejumlah sepeda motor dibakar, juga ada aksi lempar batu
MAGELANG, TRIBUNBATAM.id - Dua kelompok terlibat bentrok di seputaran Muntilan, Magelang pada Minggu (15/10/2023).
Dalam bentrokan itu, sejumlah sepeda motor dibakar. Ada juga aksi saling lempar batu, hingga sejumlah rumah warga rusak.
Tak cuma itu, bentrokan yang terjadi ini sampai membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi macet.
Bentrok di Muntilan ini viral di media sosial sejak Minggu soang.
Bentrok antar dua kelompok terekam video warga yang memperlihatkan sejumlah kendaraan rusak tergeletak di jalanan.
Dalam video lainnya memperlihatkan orang-orang saling lempar batu di simpang tiga tape ketan Muntilan.
Arus lalu lintas dari Magelang menuju Yogyakarta dan sebaliknya sempat macet dan dialihkan ke jalur lain.
Bentrok antar dua kubu ini berhasil diredam pada Minggu malam.
Baca juga: 35 Orang Terlibat Bentrok Soal Rempang, Kapolresta Singgung Penangguhan Penahanan
Meski menimbulkan kerugian material, bentrok yang terjadi mulai pukul 16.00 WIB tersebut tidak memakan korban jiwa.
Polresta Magelang memastikan tidak ada korban yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
"Korban jiwa tidak ada. Korban luka belum ada laporan. Sementara ini juga belum ada laporan yang sampai dibawa ke Rumah Sakit," kata Kapolresta Magelang Kombes Ruruh Wicaksono saat ditemui di lokasi kejadi, Minggu (15/10/2023) dilansir dari TribunJogja.com.
Kronologi
Ruruh menceritakan kericuhan itu awalnya terjadi lantaran satu kelompok mengadakan kegiatan di Lapangan Soepardi di Sawitan Magelang.
Sekitar pukul 15.00 WIB, kegiatan selesai dan massa pulang lewat jalan provinsi menuju arah Yogyakarta.
Saat perjalanan pulang, satu kelompok bersinggungan dengan kelompok yang lain.
Dari sana salah paham terjadi dan timbul gesekan.
Ruruh menyebut gesekan mulainya terjadi di Jalan Batikan, Mungkid, Magelang.
Insiden itu terjadi diduga lantaran adanya sekelompok massa yang tersinggung.
Baca juga: Polsek Lubukbaja Sisir Pusat Batam, Temukan Motor Tanpa Nopol Hingga Tawuran
Hingga akhirnya terjadi bentrok di simpang tiga tape ketan Muntilan.
"Kami coba untuk mediasi tadi bersama saya, pak Bupati Magelang, pak Dandim, dua pihak yang berselisihan tadi. Ini perlu dilakukan supaya masyarakat tidak terganggu," ungkap Kapolresta Magelang.
Diperkirakan insiden di Muntilan itu baru reda sekitar pukul 18.30 WIB.
Tim gabungan TNI/Polri hingga pemadam kebakaran yang turun berhasil meredakan amukan massa yang bertikai.
Setelah reda, aparat gabungan melakukan penjagaan di lokasi hingga keadaan aman.
"Mereka yang akan pulang ini akan kami pastikan tidak ada masalah. Kami juga akan mengawal massa tersebut yang berjumlah sekitar 100an.
"Dari sejumlah massa itu ada yang dari Salam, Muntilan, dan Yogyakarta," kata Kapolresta Magelang Kombespol Ruruh Wicaksono saat ditemui di lokasi, Minggu (15/10/2023).
"Kami juga pastikan di sini dari tim gabungan masih bersiaga.
"Ada dari Brimob, dari kodim, dari personel Samapta Polres terdekat Kota Magelang, hingga Purworejo," sambungnya.
Selanjutnya, dalam bentrokan tersebut massa yang mengamuk merembet merusak sejumlah motor bahkan yang yang sampai membakarnya.
Dari data yang dihimpun, ada sekitar 11 motor yang mengalami kerusakan.
"Untuk lebih lanjut, kami masih inventarisasi,' tukasnya.
Baca juga: Satu Orang Tewas Insiden Mercon Meledak di Sebuah Rumah di Kaliangkrik Magelang
Selain motor, sejumlah bangunan dan fasilitas di kawasan Muntilan yang diamuk massa mengalami kerusakan. Setidaknya ada dua rumah dan satu panti asuhan yang kacanya pecah sebab bentrokan tersebut.
"Yang paling penting dari kami saat ini dan pemerintah daerah harus menjamin keselamatan semuanya dan harus melindungi semuanya sehingga nanti kami pemerintah daerah akan memfasilitasi untuk proses-proses penyelesaiannya.
"Apapun itu bentuknya sehingga clear, nanti tidak ada masalah dan persoalan lagi yang ada di lingkungan kita," bebernya.
Selain itu, Ruruh memastikan tidak ada kelompok atau orang yang ditahan atas kejadian tersebut.
"Tidak ada yang kami tahan," tandas Ruruh.
Mediasi
Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan bakal melakukan mediasi pada Senin (16/10/2023) dengan dua kelompok yang bentrok di Muntilan, Minggu (15/10/2023).
"Intinya situasi dan kondusifitas yang kami kedepankan dulu, titik awal ini, sehingga sudah jalan, harapannya tidak terjadi lagi, dan besok kami mediasi untuk menyelesaikan," kata Zaenal Arifin saat ditemui.
Akibat bentrokan tersebut, sepanjang dari arah Yogyakarta-Magelang maupun sebaliknya lumpuh alias tidak ada yang bisa melintas.
Terkait itu Zaenal Arifin mengungkapkan sangat prihatin atas kejadian itu.
Pihaknya telah mencoba duduk bersama dengan kedua kelompok massa yang berseteru.
"Kami sudah bersepakat, maka langkah utama yang harus kita lakukan saat ini adalah mengurai kemacetan lalu lintas akibat bentrokan tersebut.
"Kemudian akan dilakukan mediasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di wilayah Kabupaten Magelang, karena pada intinya kita semua ini bersaudara," ungkap Zaenal.
Menurut Zaenal, wilayah Kabupaten Magelang yang dikenal sejuk dan damai, menjadi tidak elok karena kejadian tersebut (bentrokan massa).
Bahkan berita negatif ini sudah sampai kemana-mana.
"Tentunya kami atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga masyarakat khususnya kepada para pengendara yang terganggu dengan kejadian ini. Semoga hal ini tidak terjadi lagi ke depan," jelas Zaenal. (Tribunjogja.com/Tsf)
Sumber: TribunJogja.com
Proyeksi Dana Desa 2026 Dipangkas, 133 Desa di Magelang Terima Rp 1 Miliar Lebih di 2025 |
![]() |
---|
Angin Kencang Terjang Pulau Lipan Lingga, Satu Keluarga Terpaksa Mengungsi ke Rumah Warga |
![]() |
---|
APBD 2025 Juli, Kota Magelang Surplus Rp 47,95 Miliar, PAD Rp 166,49 Miliar |
![]() |
---|
APBD 2025 Juli, Magelang Surplus Rp 177,12 Miliar, PAD Rp 363,85 Miliar |
![]() |
---|
BPBD Lingga Serahkan Bantuan untuk Warga yang Rumahnya Rusak Akibat Cuaca Ekstrem |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.