Rabu, 3 Juni 2026

KESEHATAN

Kenali Gejala Cacar Monyet Beserta Cara Pencegahannya, Waspadai Nyeri Punggung

Infeksi virus cacar monyet dapat mengakibatkan komplikasi seperti infeksi kulit dan radang paru-paru atau pneumonia. 

Tayang:
Hindustanewshub
Ilustrasi - Cacar monyet adalah virus yang dapat menular dari hewan ke manusia, maka ketahui cara pencegahannya agar tak tertular penyakit cacar monyet. 

TRIBUNBATAM.id - Penyebaran wabah cacar monyet atau monkeypox di Indonesia mulai merebak.

Tercatat kasus cacar monyet di Indonesia menjadi 27 orang berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), hingga Selasa (31/10/2023).

Sebagai informasi, cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit. 

Cacar monyet atau monkeypox pertama kali muncul di negara Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.

Pada awalnya, penyakit cacar monyet memiliki gejala yang serupa dengan cacar air, yaitu bintil berair.

Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah menjadi bernanah dan menimbulkan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Dilansir dari WHO, penyakit cacar monyet tidak secara langsung menyebabkan kematian.

Baca juga: Belum Ada Kasus Cacar Monyet di Kepri, Kadinkes Imbau Warga Tetap Jaga Protkes

Baca juga: Cara Penyebaran Cacar Monyet, Peneliti Pelajari Kemungkinan Penularan Lewat Udara

Infeksi virus ini dapat mengakibatkan komplikasi seperti infeksi kulit dan radang paru-paru atau pneumonia. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah pencegahan cacar monyet yang bisa kita upayakan.

Untuk diketahui, cacar monyet adalah infeksi virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis), seperti monyet dan hewat pengerat.

Virus monkeypox dari monyet atau hewat pengerat bisa menyebar melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit hewan yang terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan liar. 

Ketika virus ini menulari manusia, maka akan timbul beberapa gejala atau kondisi medis.

Berikut gejala terjangkit cacar monyet, seperti: 

  • Kenaikan suhu tubuh atau demam 
  • Sakit kepala hebat 
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan 
  • Nyeri punggung 
  • Nyeri otot
  • Lemas dan sering kelelahan 
  • Ruam atau lesi pada kulit yang dimulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras lalu rontok. 

Gejala cacar monyet di atas biasanya terjadi dalam 6-16 hari setelah seseorang tertular penyakit ini. 

Cara mencegah cacar monyet

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan beberapa tips pencegahan cacar monyet, yaitu: 

  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan air dan sabun, atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol. 
  • Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik. 
  • Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi, termasuk tempat tidur atau pakaian yang sudah dipakai penderita. 
  • Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yg diburu dari hewan liar. 
  • Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit monkeypox agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala cacar monyet dalam waktu kurang dari 3 minggu setelah kepulangan, serta menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya. 
  • Petugas kesehatan dianjurkan menggunakan sarung tangan, masker dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit untuk mencegah penularan cacar monyet. 

Dengan mengetahui langkah pencegahan cacar monyet, kita dapat menekan angka penularan penyakit ini serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Itulah informasi mengenai gejala dan mencegah terjangkit cacar monyet yang bisa langkah antisipasi agar terhindar dari penyakit ini.

Semoga membantu.

(*/TRIBUNBATAM.id)

 

 

 

 

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved